Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi mustahil selesaikan megaproyek 35.000 MW dalam 5 tahun

Jokowi mustahil selesaikan megaproyek 35.000 MW dalam 5 tahun PLN. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reforms, Fabby Tumiwa menilai Presiden Joko Widodo terlalu ambisius ketika mencetuskan megaproyek pembangkit listrik 35.000 MW dalam lima tahun. Pasalnya, proses tender hingga turunnya izin pembangunan saja membutuhkan waktu lama.

Selain itu, proyek ini juga membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. "Di awal ketika program ini diluncurkan terlalu ambisius," ujar Fabby dalam Diskusi Energi Kita yang digelar merdeka.com, RRI, IJTI, IKN, DML dan Sewatama di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (1/6).

"Kekhawatiran saya adalah pelaksanaan yang 5 tahun menjadi tanda tanya besar. Karena masalah-masalah yang dihadapi butuh waktu lebih dari satu tahun untuk selesaikan," tambahnya.

Fabby menilai, megaproyek tersebut bisa berjalan mulus jika ditargetkan rampung dalam waktu 10 tahun.

"Kalau program ini ditarik 10 tahun, mungkin masalah-masalah horizontal akan selesai dalam 3 tahun selanjutnya baru pembangunan," ucapnya.

Meski demikian, Fabby tetap mendukung langkah Dirut PT PLN (persero) Sofyan Bashir yang akan menandatangani 10.000 megawatt pertama pada akhir tahun ini. "Diharapkan setelah itu bisa ada konstruksi," tandasnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP