Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi minta PLN hitung ulang pengguna listrik rumah tangga

Jokowi minta PLN hitung ulang pengguna listrik rumah tangga Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas. ©Cahyo/Setpres

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas membahas soal tarif dasar listrik. Dalam rapat tersebut, mantan Gubernur DKI ini meminta Kementerian dan PT PLN (Persero) menghitung ulang data pengguna listrik rumah tangga.

Jokowi mengaku data pengguna listrik yang telah diterimanya masih belum dipisahkan antara pengguna rumah tangga dan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Rekonsiliasi data ini penting agar kebijakan listrik ini benar-benar tepat sasaran. Saya juga minta menteri ESDM (Sudirman Said) dan PLN mengalokasi pengalihan subsidi ini nantinya agar bisa kita kurangi," ujar Jokowi di kantornya, Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11).

Jokowi menegaskan pemerintah telah memberikan potongan tarif listrik bagi industri sebesar 30 persen untuk penggunaan malam hari. Namun, lanjut dia, industri-industri berukuran mikro dan kecil masih masuk dalam data pengguna listrik rumah tangga.

"Yang ini harus hati-hati karena banyak industri mikro, yang pakai mesin jahit satu, dua banyak yang masuk ke sini. Jangan sampai nanti timbul anggapan bahwa kita memberi bantuan insentif kepada usaha-usaha besar untuk penggunaan listrik di malam hari tapi kita mencabut subsidi usaha kecil yang ada di desa, saya kira kalkulasi harus dihitung ulang jangan sampai nanti masalah tarif listrik jadi masalah di kemudian hari," tutup Jokowi.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP