Jokowi minta pengerjaan monorail tidak lebih dari 3 tahun
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pihaknya mendukung penuh percepatan pengerjaan proyek monorail jurusan Bekasi-Jakarta-bandara Soekarno Hatta. Pria yang akrab disapa Jokowi ini meminta pengerjaan proyek tidak lebih dari tiga tahun.
Dia juga menargetkan tahun ini bisa dimulai pembangunan proyek yang baru pertama kali ada di Indonesia tersebut.
"Kalau bisa jangan lebih dari 3 tahun," ucap dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Sabtu (29/6).
Jokowi optimis Jakarta dapat menyaingi ibu kota negara lain dalam menciptakan daerah yang nyaman bagi masyarakat di dalamnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan saat pendirian tiang pancang monorail, lanjutnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melakukan traffic management di titik-titik yang diperkirakan akan mengalami kemacetan.
"Tapi apapun (hambatan) itu harus dilakukan," kata dia.
Sebelumnya, terdapat dua jalur pembangunan monorail yakni Jalur Hijau (green line) yang merupakan jalur berputar sepanjang 14,275 km dengan 16 stasiun mulai dari Komdak - Kusuma Candra - BEJ - Stadion Utama - Plaza Senayan - TVRI - Taman Ria Senayan - Gedung MPR/DPR - Pejompongan - Karet - Sudirman - Setiabudi Utara - Kuningan Sentral - Taman Rasuna - Casablanca - Grand Melia - Satria Mandala.
Jalur lainnya adalah Jalur Biru (blue line) yang merupakan jalur memanjang sepanjang 9,725 km dengan 11 stasiun mulai dari Kampung Melayu - Tebet - Dr Sahardjo - Menteng Dalam - Casablanca - Ambassador - Dharmala Sakti - Menara Batavia - Karet - Kebon Kacang - Tanah Abang - Cideng - Roxy.
Jika monorail telah beroperasi, tarif tiket diprediksi Rp 9.500 hingga Rp 10.000 untuk sekali jalan. Direktur Teknis PT Jakarta Monorel Bovanantoo mengatakan target segmen pengguna moda transportasi massal berbasis rel monorail ini adalah masyarakat dari kalangan menengah ke bawah. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya