Jokowi Minta Negara G7 Fasilitasi Ekspor Gandum dari Ukraina
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan dari negara-negara G7 untuk memfasilitasi ekspor gandum dari Ukraina segera berjalan, agar rantai pasok pangan akibat dampak perang kembali normal.
"Tentunya diperlukan dukungan dari G7 memfasilitasi ekspor gandum Ukraina agar dapat segera berjalan," kata Retno dalam keterangan pers yang diberikan secara virtual, Jakarta, dikutip Antara, Selasa (28/6).
Dia mengatakan, Jokowi menyampaikan pentingnya dukungan dari negara-negara G20 untuk melakukan reintegrasi ekspor gandum dari Ukraina, serta ekspor komoditas pangan dan pupuk dari Rusia ke dalam rantai pasok global.
Oleh karena itu, dia memandang ada dua cara untuk melakukannya, yakni pertama memfasilitasi ekspor gandum Ukraina. Kedua, Presiden juga memandang pentingnya mengkomunikasikan kepada dunia bahwa komoditas pangan dan pupuk dari Rusia tidak terkena sanksi.
Jokowi menilai, komunikasi yang intensif ini diperlukan agar tidak terjadi keraguan berkepanjangan dari publik internasional. "Komunikasi yang intensif juga perlu dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait seperti bank, asuransi, perkapalan, dan lain-lain," kata Presiden melalui Menlu Retno.
Dia juga menegaskan bahwa dampak perang Ukraina-Rusia terhadap rantai pasok pangan dan produktivitas pangan melalui pupuk sangatlah nyata. Jika gagal menanganinya, krisis atau kelangkaan beras yang menyangkut dua miliar manusia, terutama di negara berkembang dapat terjadi.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya