Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi minta Menteri Susi perhatikan nelayan

Jokowi minta Menteri Susi perhatikan nelayan Presiden Jokowi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pagi tadi untuk membahas soal pelarangan penggunaan cantrang. Dalam pertemuan, ada tiga hal yang diminta Jokowi.

"Pertama, pak presiden minta ada perpanjangan masa transisi karena ini batas maksimum sampai Juni sementara di lapangan realisasi pergantian peralihan cantrang baru 7 persen," jelas Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/5).

Kedua, kata Teten, Jokowi meminta agar proses perizinan tangkap ikan dipermudah. Ketiga mengenai pembiayaan. Kepada Susi, Jokowi mengingatkan bahwa banyak nelayan pengguna cantrang memiliki utang di bank. Jika kebijakan pelarangan penggunaan cantrang dikeluarkan maka dikhawatirkan nelayan berutang lagi untuk membeli alat pengganti cantrang.

"Sehingga presiden minta agar dipikirkan bagaimana bantu memfasilitasi para nelayan. Intinya, presiden tidak ingin kebijakan ini merugikan nelayan, pak presiden menginginkan nelayan ini diperhatikan," ucap Teten.

Jika pelarangan penggunaan cantrang mulai berlaku, pemerintah akan memberi bantuan alat pengganti cantrang. Dengan syarat, nelayan tersebut memiliki kapal ikan di bawah 10 Gross Tonage (GT).

Kendati demikian, pemerintah akan mencari jalan keluar bagi nelayan yang memiliki kapal ikan di atas 30 GT. Kata Teten, Jokowi sudah berkomunikasi dengan kementerian perekonomian terkait hal itu.

"Presiden sudah bicarakan dengan Menko Ekonomi mengenai memfasilitasi pembiayaan, kedua soal kemudahan perizinan," jelasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP