Jokowi minta klarifikasi menteri, stok aman tapi harga pangan naik
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga-harga bahan pangan tak alami kenaikan menjelang lebaran. Selain itu, dia juga meminta para menteri untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan menjaga ketersediaan komoditas tersebut.
"Bapak Presiden minta kita bersama-sama menjaga sesuai tugas masing-masing kementerian. Harga beras sudah turun 3 persen di grosir, harga ayam juga turun bahkan Asosiasi Peternak Ayam menyampaikan agar tidak turun lagi karena harga di tingkat peternak Rp 16.000-Rp 18.000 mereka minta operasi pasar dikurangi," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman seperti dilansir Antara, Rabu (8/6).
Selain Amran, Jokowi memanggil sejumlah menteri lainnya yaitu Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Mendag Thomas Lembong. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga meminta agar ketersediaan beras, daging, cabai, bawang dan minyak goreng dijaga.
"Stok minyak goreng 1,8 juta ton, kebutuhan kita 400.000 ton, artinya stok empat kali lipat, ayam dua kali lipat, beras juga dua kali lipat, jadi stok kita aman," kata dia.
Sebelumnya, Jokowi mengaku heran naiknya harga pangan saat momentum tersebut. Seharusnya, saat Lebaran kecukupan stok pangan lebih meningkat ketimbang hari biasa.
"Saya membayangkan kalau di negara lain kalau Natal justru jor-joran diskon, kita malah terbalik mau Idul Fitri malah semua naik dan saya yakin itu mampu kita lakukan," ujarnya saat pembukaan sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/6).
Menurutnya, akibat melambungnya harga pangan saat lebaran hanya akan menambah penderitaan rakyat kecil saja, terutama petani lokal.
"Rakyat kecil, petani, buruh tani. Karena 80 persen petani kita konsumen beras, meskipun petani. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan," jelas dia.
Untuk itu, dirinya menegaskan harus ada perubahan setiap tahunnya dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok.
"Tempat lain bisa kenapa kita nggak. Ini malah cepat-cepatan naik. Ini yang harus dilakukan perubahan. Dan saya yakin mampu kita lakukan, asal terkonsep, terlaksana, dan implementasi di lapangan diikuti," ungkapnya.
Jokowi juga mengatakan kenaikan harga menjelang Idul Fitri masih menjadi kebiasaan yang setiap tahun terjadi. "Harga-harga naik menjelang Idul Fitri. Memang demand juga naik, tapi kalau suplai dikendalikan, digerojok suplai, saya kira tidak terjadi seperti ini," katanya.
Pengendalian harga yang memicu inflasi menjelang Lebaran menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan tapi kementerian lain juga sangat berperan seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena kedua kementerian itu juga menyangkut langsung dengan hal-hal berkaitan dengan inflasi.
"Kita jaga inflasi paling tidak harus di bawah 4 persen untuk 2016," katanya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya