Jokowi minta ESDM harus pro aktif bangun infrastruktur energi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo bersama Menteri ESDM Sudirman Said menandatangani Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 Kementerian ESDM. Dalam pemaparannya, Jokowi menekankan dalam 20-30 tahun ke depan akan dihadapkan pada kompetisi sumber energi dan pangan. Sehingga, harus adanya strategi besar mengelola energi pangan.
"Fokus pada pangan, fokus pada energi menuju kesana infrastruktur dibangun, karena energi dan pangan akan menjadi persaingan rebutan dan kompetisi negara yang membutuhkan. Kita mempunyai kekuatan dan potensi itu. Strategi besar mulai dipikirkan jangan sampai terlambat," ujar Jokowi di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2).
"Contoh harga minyak jatuh dipikirkan Pertamina bagaimana membuat stok sebanyak-banyaknya terserah stok taruh di dalam negeri atau di luar negeri, semestinya kita beli setelah harga normal stok kita sudah punyai," tambah Jokowi.
Jokowi menegaskan Kementerian ESDM harus memiliki serapan anggaran diatas 90 persen. Dia menyatakan target tersebut merupakan harga mati yang tak bisa ditawar untuk diturunkan.
"ESDM tahun ini serapan anggaran harus di atas 90 persen. Harus! Tidak boleh ditawar. ESDM berpikirnya lewat swasta, lalu Kementerian ngapain? Padahal masih banyak contoh listrik, kalau ditumpukkan ke swasta tidak akan selesai," tegasnya.
Jokowi berharap lewat ditandatanganinya kontrak tersebut, harus bisa menyerap tenaga sebesar-besarnya, melibatkan kontraktor lokal sehingga peredaran uangnya tidak ke Jakarta, melainkan harus kembali di daerah.
"Kontraktor kecil dilibatkan di daerah, lokal konten menggunakan produk dalam negeri batasi barang impor," ujarnya.
Jokowi juga meminta segala macam proyek dipantau terus. Namun, apabila ada kendala yang ditemukan jangan terlalu banyak dikaji, tetapi harus cepat mencari solusinya.
"Ibarat striker bola proyeknya harus gol bukan asik menjaga gawang," pungkas Jokowi.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya