Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Minta Bank Permudah Proses Kredit Bangun Smelter

Jokowi Minta Bank Permudah Proses Kredit Bangun Smelter Smelter. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada industri perbankan untuk tidak mempersulit jika ada yang ingin mengajukan kredit untuk membuat smelter.

"Kalau ada orang yang mengajukan kredit untuk bikin smelter, diberi. Apalagi orang kita sendiri, jangan dipersulit. Jelas, untungnya jelas, untuk negara jelas, untuk perusahaan juga jelas. Apa yang harus kita tanyakan lagi?," ujar Jokowi dalam acara Mandiri Investment Forum, di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (1/2).

Tentu hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi hasil tambang dan pelarangan ekspor bahan mentah. Seperti pelarangan ekspor bijih nikel, bauksit dan tembaga. Bahkan pelarangan ekspor timah pun sedang direncanakan oleh pemerintah.

"Kalau kita nantinya ekosistem besar ini bisa kita bangun, nikelnya diintegrasikan dengan tembaganya, diintegrasikan dengan bauksitnya, diintegrasikan dengan timahnya karena ini berada di pulau-pulau yang berbeda-beda, bisa diintegrasikan dan menghasilkan yang namanya EV battery, lithium battery, di situ saja kita, saya enggak tahu berapa kali nilai tambah yang akan muncul," jelas Kepala Negara itu.

RI 1 menambahkan, kalau bisa Indonesia nanti menjadi produsen terbesar mobil listrik di dunia. "Saya enggak tahu lagi nilai tambah yang muncul ini berada pada angka berapa, karena belum kejadian. Perkiraan saya di tahun 2027/2028 itu kalau kita konsisten, jadi ini barang. Jangan takut, konsisten, dan kawal terus.

Dia pun berharap pada tahun 2045 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan akan berada di angka USD 9 hingga USD 11 triliun. Kemudian jika Indonesia konsisten terhadap income per kapita berada di angka USD 21.000-USD 29.000.

"Kita kalau kita konsisten, income per kapita kita berada di angka USD 21.000 hingga USD29.000, jadi negara maju kita. Tapi kalau nanti digugat, kita mundur, kita belok, enak lagi ekspor bahan mentah, lupakan kita menjadi negara maju," tambahnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP