Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi malu-malu disinggung China menang proyek kereta cepat

Jokowi malu-malu disinggung China menang proyek kereta cepat baju kembar jokowi dan xi jinping. ©REUTERS/Bagus Indahono/Pool

Merdeka.com - Tim penilai akhir sudah menyampaikan rekomendasi hasil kajian proyek kereta cepat kepada Presiden Joko Widodo. Namun Presiden Jokowi, sapaan akrabnya, masih malu-malu mengungkapkan pemenang proyek tersebut.

Jepang menawarkan biaya investasi proyek kereta cepat Shinkansen E5 USD 6,223 miliar atau setara Rp 87 triliun. Sedangkan China menawarkan harga lebih murah untuk HST CRH380A sebesar USD 5,585 miliar atau sekitar Rp 78 triliun.

Presiden Jokowi hanya memberikan sinyal keberpihakan pada investor yang bersedia menanggung semua biaya pembangunan proyek ini.

"Kita tidak ingin beri beban pada APBN. Jadi sudah saya putuskan bahwa kereta cepat itu tidak gunakan APBN. Tidak ada jaminan dari pemerintah. Oleh sebab itu, saya serahkan kepada BUMN untuk melakukan yang namanya B2B‎," ujar Presiden Joko Widodo di Tanah merah, Koja, jakarta Utara, Kamis (3/9).

Presiden juga menegaskan persyaratan penggunaan bahan baku dari dalam negeri. Proposal kereta cepat yang ditawarkan China, memiliki keunggulan dalam hal lokal konten dan dampak sosial ekonomi. Namun Jokowi berkilah saat disinggung lebih condong ke investor China.

"Jadi garis yang saya sampaikan, kalau itu dari APBN lebih baik saya bangun kereta di Sulawesi, Papua, atau Kalimantan. Tapi kalau investasi, saya serahkan urusannya ke menteri BUMN," jelasnya.

Jokowi mengaku sudah meminta Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri BUMN Rini Soemarno segera mengumumkannya. "Sudah seharusnya tadi sudah disampaikan," ucapnya.

Kepala Negara menegaskan pentingnya membangun infrastruktur transportasi kereta, baik kereta cepat maupun konvensional. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP