Jokowi: Kalau di China, bayar tunai diketawain
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017, di Jakarta, hari ini. Dia mengingatkan ratusan peserta, termasuk di dalamnya anggota Kabinet Kerja dan kepala daerah, akan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan dunia dan teknologi.
"Orang sudah berpikir jauh. Coba lihat Elon Musk, dia berpikir mengenai hyperloop, Tesla, dan SpaceX, saat kita masih berpikir mengenai mengurus pelabuhan dan tol. Mereka sudah berpikir ke mana-mana. Berpikir ke arah masa depan yang fantastik," katanya.
Jokowi mencontohkan China yang dinilainya mampu berkembang pesat seiring kemajuan teknologi.
"Coba lihat Alibaba. Kalau ke China bayar cash ditertawakan. Pakai credit card saja sudah diketawain. Kalau masuk mall ditanya, credit or mobile. Jadi pakai HP. Tentunya diminta akun di perbankan kita, langsung ketarik berapa juta belanja kita," ujarnya.
Indonesia, menurut Jokowi, bisa melakukan hal serupa itu. Asalkan bisa keluar dari rutinitas tak produktif.
"Kalau masih berputar dengan rutinitas, berputar mengulang-ngulang, sampai kapan kita mau kesana? Ikutilah hal seperti ini," katanya
"Investor sekarang punya banyak pilihan. Dia nggak suka masuk Indonesia, masuk Myanmar ada, Thailand ada, Malaysia saja. Dalam satu dua detik pindah ke negara lain karena pelayanan dan kepastian hukum kita yang berubah. Ini yang harus diubah kalau tidak ingin ditinggal negara lain."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya