Jokowi harus jadikan pangan lokal primadona di dalam negeri
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk menempatkan pangan sebagai simbolis negara. Kedelai dan buah-buahan nasional menjadi sesuatu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Di dalam negeri, pangan asal Indonesia, saat ini sangat tinggi harganya jika dibandingkan dengan pangan yang berasal dari negara lain.
"Di gerai nasional harganya mahal daripada impor. Mata rantai banyak sekali. ketika tempe, buah-buahan tidak lagi jadi primadona yang dinikmati masyarakat," kata Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Fakultas Sosial Politik Bambang Lumaksono di Jakarta, Minggu (2/11)/
Dia meminta, Presiden Jokowi mampu menempatkan pangan nasional sebagai simbolis dan mampu meningkatkan komitmen ketersediaan pangan dan kesinambungan produksi pangan nasional. "Seperti resto-resto luar negeri, selalu mengandalkan pangan dari masing-masing negaranya sendiri, punya peran simbolis dan diplomatis," pungkas dia.
Selain itu, Presiden Jokowi harus mengawasi secara ketat sektor pertanian, terutama terhadap kinerja dari Kementerian Pertanian (Kementan), yang merupakan lima besar kementerian yang mendapatkan alokasi anggaran terbesar dari APBN.
"Kalau pemerintahan yang baru tidak mengawasi dan tidak diikuti oleh Kementan maka tidak akan memberikan kontribusi kepada nawacita jokowi," ujar Wakil Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Wahyu Wagiman.
Dia mencontohkan, saat ini penguasaan lahan pertanian di Indonesia sangat timpang. Menurut dia, ada 2.000 perusahaan besar kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia namun dikuasai oleh 10 grup perusahaan besar dari Singapura, Malaysia.
Untuk itu, Wahyu berharap Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) harus memberikan perhatian dan pengawasan yang ketat terhadap kinerja Kementerian Pertanian, guna mewujudkan nawacita atau visi misi Jokowi-JK sebagai orang nomor satu di Indonesia. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya