Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi belum berhasil rayu anak buah Dahlan Iskan soal monorail

Jokowi belum berhasil rayu anak buah Dahlan Iskan soal monorail jokowi temui dahlan iskan. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pernah meminta agar dua konsorsium yang mengajukan proposal untuk pembangunan monorail yakni PT Adhi Karya dan PT Jakarta Monorail bergabung menjadi satu konsorsium.

Tujuannya untuk memperlancar realisasi pembangunan proyek monorail yang sejak 2007 mangkrak. Sayang, Jokowi tidak berhasil merayu PT Adhi Karya. Perusahaan pelat merah tersebut untuk kesekian kalinya ngotot tidak ingin bergabung dalam satu konsorsium bersama PT Jakarta Monorail.

Direktur Adhi Karya Kiswodarmawan menyampaikan alasannya tidak ingin bergabung dengan konsorsium lain. Dia punya dasar yang kuat menolak permintaan Jokowi itu. Penjelasan itu sudah disampaikan ke Jokowi melalui surat resmi.

"Atas keputusan bersama rapat BUMN konsorsium di kementerian BUMN, sepakat tidak akan bergabung dengan swasta siapapun. Itu surat dari Adhi, bisa dicek," ujar Kiswo kepada merdeka.com, Sabtu (22/12).

Selain hasil rapat tersebut, ada alasan lain yang melatarbelakangi Adhi Karya enggan bergabung dengan PT Jakarta Monorail. Kiswo menyebutkan, ada beberapa perbedaan dan cara pandang dengan perusahaan swasta tersebut terkait teknis pembangunan monorail.

Dia menyebutkan, Adhi Karya datang ke Jokowi dengan menawarkan konsep baru.Adhi Karya akan menawarkan konsep Mass Rapid Transit (MRT) Singapura dalam pembayaran tiket untuk monorail Jakarta. Konsep pembayaran tiket yang diusung adalah pembayaran setiap stasiun. Jadi penumpang harus membayar kembali setiap stasiun yang mereka singgahi.

"Karena beda jalur dengan yang lama, fail konsesi," tegasnya.

Sebelumnya, pihak PT Jakarta Monorail setuju dengan ide Jokowi agar perusahaan swasta tersebut bergabung dengan Adhi Karya. Komisaris utama PT Jakarta Monorail Syaiful Imam mengatakan, konsorsium gabungan ini membuat pembangunan monorail dapat dilanjutkan dengan adanya jaminan kepastian dana investasi.

"Kami setuju dengan kolaborasi ini. Dengan demikian kepastian kelanjutan proyek ini dapat terjamin," kata Syaiful saat rapat koordinasi tentang monorail bersama Gubernur DKI Jakarta Jokowi dengan PT Adhi Karya di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (7/12).

Dulu, PT Adhi Karya memiliki saham sebanyak 7,5 persen di PT Jakarta Monorail, namun kemudian dijual. Tetapi masih ada juga saham PT Adhi Karya di konsorsium PT Indonesia Transit Central (ITC) sebesar 30 persen.

Untuk melanjutkan monorail, Sukmawati menegaskan tetap memakai jalur yang lama yaitu green line dan blue line. Karena sudah ada Surat Keputusan Gubernur yang menetapkan kedua jalur tersebut. Kalau harus mengajukan jalur baru, maka harus ada proses kajian baru yang harus dikerjakan dan akan memakan waktu cukup lama. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP