Jokowi abaikan tuntutan jaminan pensiun, buruh ancam mogok nasional
Merdeka.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam bakal menggelar demonstasi besar-besaran pada November mendatang. Jika pemerintah tak mengakomodasi tuntutan buruh perihal jaminan pensiun.
"Kalau tidak diseriusin pemerintah Jokowi-JK, November akan mogok nasional. Karena ini menyangkut anak dan cucu kami," kata Presiden KSPI Said Iqbal, Jakarta, Senin (8/6).
Menurut Said, buruh menuntut iuran jaminan pensiun ditetapkan sekitar 10 persen-12 persen dari gaji pokok. Dimana, sekitar 7 persen-9 persen dibayar perusahaan, sisanya ditanggung buruh.
Selain itu, besaran manfaat pensiun harus diterima buruh setiap bulan minimal 60 persen dari gaji terakhir.Sejauh ini, pemerintah belum bisa menetapkan besaran iuran jaminan sosial yang sejatinya sudah kudu diterapkan pada 1 Juli mendatang. Sebab, pemerintah belum satu suara.
Kementerian Tenaga Kerja, Dewan Jaminan Sosial Nasional meminta agar iuran jaminan pensiun sebesar 8 persen. Sementara, Kementerian Keuangan mengusulkan iuran jaminan pensiun sebesar 3 persen agar tidak memberatkan dunia usaha.
"Dugaan kami, ini akal-akalan Kemenkeu, OJK dan Apindo, sehingga konsep mereka bisa diterima Presiden."
Padahal, kata Said, jika iuran ditetapkan 8 persen. Maka, Indonesia bakal memiliki ketahanan fiskal yang berasal dari sumber pendanaan nonbank mencapai Rp 2.500-3.000 Triliun.
"Karena kalau dana pensiun kuat, Indonesia tak perlu bergantung pada IMF dan World Bank dan lembaga peminjaman untuk pembangunan," tegasnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya