Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK sebut Rupiah harus tetap dijaga di Rp 13.000 per USD

JK sebut Rupiah harus tetap dijaga di Rp 13.000 per USD Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melihat penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) lebih disebabkan oleh kondisi perekonomian Amerika Serikat yang kini sedang melemah. Di situs resmi Bank Indonesia, kurs tengah BI untuk USD berada di level Rp 13.087 per USD atau menguat dibanding Kamis (10/3) yang berada di level Rp 13.149 per USD.

"Rupiah kuat dan melemah kan tergantung dengan apa? Dengan mata uang lain stabil saja dengan Yen, Ringgit, sebenarnya karena ekonomi Amerika sedang melemah lagi maka kita menguat," jelas JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/3).

Namun, JK mengingatkan agar Rupiah tetap dijaga sehingga tidak terlalu kuat. Hal ini untuk menjaga agar aktivitas impor tidak melonjak, mengingat pemerintah saat ini sedang mendorong ekspor.

"Kita juga harus menjaga level tertentu agar ekspor impor kita tetap terjaga. Kalau terlalu kuat bisa impornya murah ekspornya turun," kata JK.

Yang paling utama dalam penguatan nilai Rupiah terhadap USD adalah kestabilannya. "Jangan bergejolak banyak, Rp 14.000, turun Rp 13.000, Harus stabil Rp 13.000 itu angka yang baik. Rupiah banyak tapi impor juga jangan terlalu banyak nanti banyak diserbu barang China kan," tutup JK.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP