JK minta IDB mampu biayai infrastruktur negara anggota pasca perang
Merdeka.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menilai hadirnya Islamic Development Bank (IDB) mampu menjadi lembaga pendanaan infrastruktur bagi anggotanya. Apalagi, sebagian negara anggota merupakan kategori masyarakat menengah dan berpenghasilan rendah.
"Mayoritas negara IDB merupakan negara penghasilan yang menengah serta rendah karena itu dibutuhkan banyak hal infrastrukur, publik fasilitas, dan sebagainya," ujar Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaan IDB di Senayan, Jakarta, Selasa (17/5).
Jusuf Kalla menambahkan pendanaan IDB sangat diperlukan bagi anggota masih mengalami konflik serta pasca perang.
"Kita juga memahami bahwa di banyak negara negara anggota yang mengalami konflik dan perang baik konflik dalam negeri dan penyerangan dari luar. Banyak menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lain lainnya," kata JK.
JK menambahkan IDB bakal memberikan stimulus yang baik buat menunjang dan memperbaiki ekonomi masing- masing anggotanya. Padahal, lanjut dia, negara anggota IDB mempunyai kemampuan yang besar, namum belum dimaksimalkan dengan baik.
"2/3 produksi minyak di dunia dihasilkan negara IDB, tentu memberikan dampak yang besar. Karena itu dibutuhkan stimulus yang baik dapat memperbaiki dan menunjang ekonomi masing-masing. Kita harapkan keadaan itu lebih baik pada masa mendatang tapi dibutuhkan upaya keras dari anggota IDB," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya