JK: Kenaikan harga BBM satu-satunya jalan tambal defisit
Merdeka.com - Mantan Wakil presiden (wapres) Jusuf Kalla (JK) menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan satu-satunya solusi untuk mengurangi subsidi anggaran pemerintah dan mencegah terjadinya defisit APBN.
"Tidak ada cara lain yang bisa mengurangi subsidi atau mengurangi defisit tanpa itu (kenaikan BBM)," ujar JK di sela kegiatan International Conference On Sustainable Innovation and International Joint Seminar (ICoSI-IJS 3) 2012 di Sportorium UMY, Senin (19/3).
Menurut JK, kebijakan kenaikan BBM sudah berkali-kali diterapkan oleh pemerintah. Termasuk adanya kompensasi yang diberikan selama ini berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Menurutnya, dengan metode kompensasi BLT, kenaikan BBM tidak menimbulkan gejolak yang berlebih.
"Ya kita nunggu pemerintah saja. Tunggu naiknya, waktunya itu. Kan pemerintah sudah janji bertekad menaikkan. Kita tunggu saja. Kompensasi ya sama dengan BLT itu, kan sudah berkali-kali kita jalankan," tutur JK.
Didesak apakah dirinya merupakan salah satu tokoh yang setuju dengan langkah pemerintah untuk menaikkan harga BBM, JK enggan memberikan komentar banyak.
"Bukan masalah setuju tidak setuju. Ini kan pemerintah selama 10 tahun sudah 7 kali menaikkan harga BBM," tutup JK.
Pemerintah telah merencanakan untuk menaikkan harga BBM tahun ini sebesar Rp 1.500 per liter sebagai salah satu jalan menekan belanja subsidi dalam anggaran negara.
Dalam APBN 2012, pemerintah telah mengalokasikan subsidi sebesar Rp 123,99 triliun untuk BBM. Jika harga tidak dinaikkan, pemerintah menghitung subsidi akan melonjak sebesar Rp 55 triliun.
(mdk/rin)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya