Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK: Beras makin mahal karena minim sentuhan teknologi

JK: Beras makin mahal karena minim sentuhan teknologi Beras impor. Merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat pertanian Indonesia masih butuh sentuhan teknologi. Dengan begitu, harga produk pangan pokok nasional yang bersumber dari pertanian bisa kian murah.

"Teknologi ubah produksi beras dari 2 ton ke 5 ton. Aneh Indonesia, beras makin mahal. Itu karena teknologi kurang," tutur JK saat membuka rapat kerja nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, di Serpong, Tangerang Selatan, Senin (1/2).

Lebih lanjut dia mengungkapkan riset dan inovasi bisa menciptakan nilai tambah. Pada gilirannya, nilai tambah mendorong kemakmuran dan kemajuan suatu negara.

"Kemajuan muncul dari nilai tambah," katanya. "Kalau dulu lahan 1 hektar hasilkan 5 ton padi, jadi harus ada kemajuan 6 ton. Kalau mangga tidak bintik-bintik itu baru kemajuan."

Dia menambahkan teknologi bisa mengubah masa depan. Atas dasar itu, dia mendorong Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk untuk terus mengembangkan riset di Tanah Air.

"Perubahan teknologi cepat sekali. Tiap 1,5 tahun, ponsel kita berubah, makin kecil, makin murah. Mobil juga begitu, makin efisien bahan bakar dan makin cepat," imbuhnya.

"Kantor BPPT macet, seharusnya di area tenang, pergi ke Serpong, hasilkan sesuatu. Jangan baca koran, maaf saya ulangi lagi, jangan tersinggung. Dulu saya berkantor di sebelah BPPT, kalian kerjanya hanya baca koran, tidak duduk lihat mikroskop, tidak kaji masa depan bangsa."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP