JK: Arab Saudi bisa bangkrut jika harga minyak murah dalam 5 tahun
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui rendahnya harga minyak dunia akan berdampak buruk pada perekonomian berbagai negara, seperti Arab Saudi. Negara tersebut telah menderita karena defisit anggaran mereka mencapai 20 persen per tahun.
Menurut JK, Arab Saudi bisa bangkrut jika harga minyak tak kunjung naik dalam waktu dekat. "Kalau lima tahun seperti ini bisa bangkrut (Arab Saudi)," kata JK seperti ditulis Antara, Kamis (21/1).
JK menganalisis bahwa penurunan harga minyak terjadi karena sebelumnya OPEC (organisasi negara-negara pengekspor minyak) pernah berupaya membatasi produksi minyak agar harga naik, tetapi akibatnya negara-negara anggota OPEC kehilangan market share (ceruk pasar).
"Ditambah dengan ISIS dan Irak menjual minyak murah untuk kebutuhan perang mereka," kata Jusuf Kalla.
Dampak rendahnya harga minyak bagi Indonesia akan berkurangnya beban subsidi di anggaran negara, tetapi hal itu menurut JK juga membuat pendapatan menurun.
Seperti diketahui, harga minyak mentah kembali merosot pada Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas hitam anjlok 6,7 persen di New York tanpa adanya tanda-tanda pengetatan persediaan dan di tengah perkiraan ekonomi global yang suram.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun USD 1,91 menjadi USD 26,55 per barel, tingkat terendah sejak Mei 2003. WTI diperdagangkan serendah USD 26,19 per barel selama sesi, hari terakhir untuk kontrak Februari.
Kerugian juga berlanjut di perdagangan London, tapi tidak seberat WTI. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret anjlok menjadi USD 27,88 per barel, turun 88 sen dari Selasa. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya