JK akui mengurangi kemiskinan jadi tantangan terbesar
Merdeka.com - Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla mengatakan penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu tantangan terbesar pemerintah mendatang. Mengingat ketimpangan kesejahteraan antarpenduduk di Tanah Air termasuk terbesar di dunia.
"Hanya tiga kota di dunia yang memiliki gap terbesar yakni Indonesia, Manila, dan Bombay. Bahkan, gap pendapatan di Indonesia 150 kali lebih besar ketimbang di Amerika Serikat," ujarnya saat peluncuran buku "Bridging The Gap: Mengurangi ketimpangan, meluruskan esensi pembangunan dan No Easy Way", Jakarta, Selasa (30/9).
Dia menegaskan, pemerintah sejatinya memiliki dua kekuatan untuk mengatasi ketimpangan kesejahteraan tersebut.
"Dua kekuatan negara pertama anggaran dan kedua kebijakan yang menyebabkan rakyat bekerja dan investasi jalan."
Menurutnya, diperlukan sejumlah langkah nyata untuk mengurangi jumlah penduduk miskin, terdiri dari petani, nelayan, buruh, dan penganggur. Diantaranya, identifikasi masalah penyebab kemiskinan.
"Pendapatan dinaikkan melalui peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas membutuhkan penyediaan infrastruktur dan dukungan riset yang ditunjang oleh negara," jelas dia.
Kemudian, menekan biaya hidup. Untuk itu, pemerintah harus menyediakan layanan kesehatan dan pendidikan gratis serta transportasi murah.
Selain itu, menyediakan bantuan keuangan bagi penduduk miskin. Caranya, mengalihkan anggaran subsidi bahan bakar ke sektor produktif.
"Negara punya uang, tetapi kerap salah peruntukkan. Keuangan pemerintah harus diperbaiki dan pembiayaan diletakkan di tempat yang baik," ungkapnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya