Jero Wacik: Tak mau bangun smelter, miskin amat
Merdeka.com - Menteri ESDM Jero Wacik menyindir perusahaan tambang besar yang tidak mau membangun atau bekerja sama mendirikan smelter. Dia menilai, perusahaan-perusahaan tersebut sudah menikmati keuntungan yang luar biasa besar dari hasil mengeruk mineral Indonesia.
"Masak sekian tahun tidak punya duit? Miskin amat," ujar Jero di Komplek DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1).
Jero Wacik tidak bisa menerima alasan perusahaan-perusahaan yang tidak membangun smelter karena tidak punya uang. Dalam pandangannya, perusahaan tambang sudah banyak diuntungkan dari praktik ekspor mineral mentah selama ini.
"Saya dengar ada yang sudah punya cherokee, macam-macam," terang dia.
Lebih lanjut, Jero menegaskan, tidak ada toleransi lagi bagi upaya ekspor mineral mentah. Jika tidak, negara akan semakin dirugikan. "Cukup sudah mengekspor ore," katanya.
Salah satu perusahaan tambang yang keberatan dengan kewajiban membangun smelter adalah Freeport Indonesia. Bos perusahaan tambang asal Amerika Serikat Freeport McMoran Copper and Gold, Richard C. Adkerson mendatangi kantor Menteri Perindustrian MS Hidayat. Dalam kunjungannya ini, bos Freeport curhat mengenai besarnya dana untuk pembangunan smelter.
Richard menyebut, setidaknya dibutuhkan investasi USD 2 miliar atau setara dengan Rp 24,3 triliun untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) baru.
"Untuk membangun smelter baru yang besarnya seperti milik PT Smelting (di Gresik), butuh investasi besar yang diperkirakan lebih dari USD 2 miliar," kata Richard usai pertemuan di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (29/1).
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya