Jepang tawarkan kereta sedang agar Jakarta-Surabaya lebih cepat
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo pagi ini, Kamis (26/5) berangkat menuju Jepang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Jokowi sapaan akrabnya melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri undangan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Sekertaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi kali ini juga akan menghadiri pertemuan tambahan KTT G7.
Di pertemuan ini, pihak Jepang disebut akan menawarkan kereta yang lebih cepat dari biasanya kepada Indonesia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga menginginkan jarak antara Jakarta dan Surabaya lebih cepat, dikarenakan semua transportasi masih dilakukan di daratan.
"Pemerintah Indonesia yang jelas juga ingin Surabaya-Jakarta ini bisa lebih cepat. Karena memang pertama penyebrangan semua itu masih di permukaan (darat), sehingga arus jalannya kalau ada mobil lewat dan sebagainya masih harus di setop dulu," tutur Pramono kepada awak media di Bandara Halim Perdana Kusuma, kamis (26/5).
Selain arus lalu lintas darat yang semakin padat. Kualitas rel kereta sudah cukup baik, namun sambungan rel kreta tersebut masih menggunakan dengan cara yang lama.
"Kualitas rel nya sudah cukup bagus. Tapi sambungannya masih dengan cara lama, padahal teknologi sekarang telah berubah. Itulah kemudian akan di perbaiki," lanjutnya.
Pramono menyebutkan bahwa kereta yang akan di bahas dengan pihak Jepang bukanlah kereta cepat, namun kereta sedang yang akan menghubungkan jarak antara Jakarta dengan Surabaya.
"Saya sebutkan ini bukan kereta cepat tapi kereta sedang krena memang itu yang akan dilakukan. Keretanya pasti akan diperbarui," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya