Jepang banyak proyek di Indonesia, tak masalah gugur di kereta cepat
Merdeka.com - Jepang dinyatakan gugur dalam perebutan proyek pembangunan kereta cepat. Pemerintah condong memilih China lantaran setuju tak melibatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), murni business to business atau B to B.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melihat gugurnya Jepang di proyek ini hal biasa. Apalagi proyek-proyek Jepang di Indonesia sudah sangat banyak. Lagipula pemerintah masih memiliki banyak rencana proyek infrastruktur yang bisa jadi peluang buat pihak Jepang.
"Ini bukan hanya kereta saja. Selain Jakarta-Bandung, (ada) Jakarta-Surabaya, Kalimantan, Sulawesi. Dan ke depan saya kira akan ada di pulau-pulau lainnya, termasuk juga Palembang LRT, lalu pembangunan infrastruktur pelabuhan, jalan tol, banyak opportunity pemerintah Jepang untuk ikut membangun infrastruktur di Indonesia," papar Teten di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9).
Mengenai pemerintah Jepang yang kecewa lantaran gagal dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Teten mengingatkan bahwa selama ini Indonesia sudah banyak melibatkan Jepang dalam proyek infrastruktur.
"Selama ini, Jepang yang paling banyak kerjakan proyek pembangunan di Indonesia, MRT juga Jepang," kata Teten.
Mengenai alasan Jepang tersingkir saat proses pengajuan proposal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Teten menegaskan bahwa yang diminta Jepang adalah kerja sama pemerintah kedua negara atau Goverment to Goverment. Sementara pemerintah Indonesia sudah memutuskan tidak ada dana APBN dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Kalau Jepang kan memang dari awal maunya G to G tapi jadinya B to B, di situ Jepang tidak bisa ikut dalam pengadaan kereta Jakarta-Bandung. Tapi itu akan disampaikan pada BUMN yang kerjakan ini," tutur Teten.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya