Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang tahun baru, penjual petasan raih untung Rp 90.000 per hari

Jelang tahun baru, penjual petasan raih untung Rp 90.000 per hari Petasan Natal dan Tahun Baru. ©2015 merdeka.com/siti nur azzura

Merdeka.com - Petasan dan kembang api menjadi ikon utama dalam perayaan tahun baru. Bahkan, banyak pedagang dadakan yang menjual kembang api saat akhir tahun.

Salah satu pedagang petasan dan kembang api di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Dani mengaku sebelum perayaan Natal, jualannya sudah dibanjiri oleh pembeli, baik yang membeli eceran maupun grosir. Dalam sehari, Dani mengaku bisa meraup keuntungan hingga Rp 90.000 per hari.

"Saya jualan sudah dari dua minggu yang lalu. Dan mulai tanggal 20 Desember sudah mulai banyak pembeli," ujar Dani kepada merdeka.com di Jakarta, Jumat (25/12).

Dia mengaku, barang dagangannya merupakan barang impor dari China yang didistribusikan oleh perusahaan lokal. Sehingga, Dani hanya perlu mengambilnya dari gudang impor di daerah Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Untuk harganya sendiri, Dani mematok mulai Rp 7.000 hingga Rp 3,5 juta untuk kembang api jenis Cake yang bisa menghasilkan ledakan sebanyak 150-300 kali.

"Kalau petasan yang paling laku sendiri itu petasan jenis Roman Candle yang harganya Rp 35.000 sampai Rp 50.000. Untuk harga eceran sama grosir selisihnya tipis cuma Rp 5.000 saja," tegas dia.

Sebagai pedagang musiman, Dani juga menjual berbagai aksesoris sesuai dengan waktu perayaan, seperti Natal dan Idul Fitri. Namun, pemasukan dari petasan dan kembang api ini menjadi salah satu penghasilan terbesarnya setiap tahun.

"Dibandingkan Natal lebih banyak yang beli petasan. Untuk yang Natal kurang besar pemasukannya. Kalau Natal kan biasanya cuma jual pohon-pohon Natal saja," pungkas dia. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP