Jelang Lebaran, pedagang nilai pengendalian harga pangan terlambat
Merdeka.com - Pemerintah dinilai terlambat dalam mengendalikan harga pangan saat Lebaran. Seharusnya, pengendalian tersebut sudah dilakukan beberapa bulan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
"Seharusnya pemerintah dapat memberitahukan kepada penjual dan distibutor enam bulan sebelum lebaran agar tidak terjadi lonjakan harga, biar kami saling menguntungkan," ujar Joko, pedagang daging sapi Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (4/7).
Berdasarkan pantauan, dua hari jelang Lebaran, harga daging sapi di Pasar Kebayoran Lama mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Padahal, beberapa waktu sempat menyentuh Rp 90 ribu per kilogram.
Begitu pula dengan daging ayam, harganya mencapai Rp 52 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 42 ribu per kilogram.
Lalu cabai merah dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Kentang dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
Bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit kompak berada di tingkat harga Rp 45 ribu per kilogram. Naik sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram.
Kemudian, telur merangkak naik menjadi Rp 22 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram. Gula pasir dari sebelumnya Rp 16 ribu naik jadi Rp 17 ribu per kilogram, gula merah dari Rp 16 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
Ada beberapa bahan pokok yang harganya masih stabil. Yaitu, beras masih di kisaran Rp 10 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp 12 ribu per kilogram dan terigu Rp 10 ribu per kilogram.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya