Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Mulai Alami Kenaikan

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Mulai Alami Kenaikan Harga daging ayam potong naik. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mencatat harga komoditas daging sapi dan ayam mulai mengalami tren peningkatan. Peningkatan ini biasa terjadi ketika mendekati hari raya Idulfitri.

Sekretaris Jenderal APPSI, Ngadiran mengatakan, khusus untuk harga daging segar saat ini harganya sudah lebih dari Rp110.000 per kilogram (Kg). Sementara untuk harga daging ayam berada di atas Rp35.000 per Kg.

"(Harga) naik ayam di Rp38.000 - Rp40.000 per kg. Daging Rp115.000 - Rp125.000 per kg," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Minggu (2/5).

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga daging sapi di DKI Jakarta pada 30 April 2021 terpantau sebesar Rp136.000 per kilogram (kg) dan untuk harga daging ayam ras segar Rp39.100 per kg.

Sementara jika merujuk pada Info Pangan Jakarta, harga daging sapi murni per hari ini atau 2 Mei 2021 sebesar Rp130.406 per kg. Sedangkan untuk harga daging ayam broiler/ras sebesar Rp39.800 per kg.

Bukan Salah Pedagang Kecil

pedagang kecilRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ngadiran menambahkan, jika barang atau stok daging banyak di pasaran maka dia menjamin harga bisa stabil atau tidak mengalami kenaikan harga. Namun jika stok barang dimainkan oleh distributor dengan cara menahan keluar dari gudang, maka harga akan tetap melonjak.

Di samping itu, dia juga meminta kepada pemerintah agar tidak menyalahkan pedagang kecil ketika harga komoditas meningkat. Sebab, kewenangan untuk distribusi daging impor, sebagai upaya menekan harga di pasaran dilakukan oleh pengusaha atau pedagang besar.

"Maaf kalau boleh saya ingatkan bahwa yang bisa stabilkan harga itu yang dikasih izin impor (pemerintah). Karena yang atur lazimnya yang punya barang notabane yang tandatangan izin itu bisa ngatur apa tidak, apa justru siapa yang ngatur," jelasnya.

Untuk menekan harga, pemerintah juga diminta untuk bisa mengingatkan kepada pemilik barang untuk membantu masyarakat dengan harga yang standar. "Boleh ambil untung tapi jangan terlalu mahal," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP