Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang Kenormalan Baru, Harga Ayam Potong Melonjak Di Cirebon

Jelang Kenormalan Baru, Harga Ayam Potong Melonjak Di Cirebon ayam potong. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menjelang diterapkannya skema new normal atau kenormalan baru akibat Covid-19 berimbas pada melonjaknya harga ayam potong di pasar tradisional Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Kini, harga ayam banderol Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp27.000 per kilogram.

Menurut Samsudin (48), lonjakan harga ayam naik secara bertahap sejak satu minggu terakhir. Hal ini diakibatkan oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang diterapkannya new normal oleh pemerintah pusat.

"Iya, harga ayam mulai naik terus. Ini kan orang mau kembali usaha di new normal, jadi pembelian meningkat," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (20/6).

Bahkan, lanjut Samsudin, pihaknya saat ini mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen. Imbasnya sejak lima hari terakhir daging ayam yang dijualnya selalu habis diborong pembeli.

Meski begitu, ia berharap harga ayam potong tidak terus melonjak. Sebab, saat ini mayoritas rumah tangga di Indonesia tengah dihadapkan pada kondisi sulit seiring meluasnya pandemi Covid-19 di sejumlah daerah.

"Konsumen juga mulai protes karena harga ayam udah tinggi banget. Karena kan banyak juga yang kehilangan pekerjaan karena Covid-19 ini," imbuh dia.

Permintaan Meningkat

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengakui jika harga ayam mengalami kenaikan cukup drastis dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, kenaikan harga disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari masyarakat baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk kegiatan ekonomi, seperti berdagang.

"Memang yang drastis itu ialah harga daging ayam, di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per ekor. Bagaimanapun permintaan meningkat saat roda ekonomi kembali dijalankan," ujarnya kepada Merdeka.com.

Bahkan, ia memprediksi lonjakan harga ayam potong masih terus berlangsung seiring semakin dekatnya penerapan skema new normal di sejumlah daerah. Mengingat permintaan tidak hanya berasal dari sektor rumah tangga, namun juga UMKM hingga dunia usaha dengan skala besar.

Untuk itu, Abdullah meminta pemerintah bersama dinas terkait lebih sigap dalam mengantisipasi lonjakan harga ayam yang diramalkan akan terus berlangsung. Pun, pemerintah juga diingatkan untuk lebih serius terkait kemampuan menjaga stok bahan pangan jelang diterapkannya new normal.

"Sebab, harga bawang merah masih terbilang tinggi. Sebaliknya, gula juga masih di jual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500 per kilogram. Khususnya di pasar tradisional masih di kisaran Rp15.000 per kilogram," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP