Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jawa Timur rajai peredaran uang palsu

Jawa Timur rajai peredaran uang palsu uang palsu jatim. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menyebut uang palsu banyak beredar di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Dari catatan BI, Jawa Timur menduduki peringkat pertama penemuan uang palsu terbanyak di Indonesia.

"Jawa Timur memang pertama soal pemalsuan uang, dan memang dominan itu di Pulau Jawa," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok Antonius Siahaan saat acara 'Konferensi Pers Pemusnahan Uang Palsu dan Uang Tidak Layak Edar' di Gedung BI, Jakarta, Kamis (20/2).

Penemuan uang palsu, secara presentase, ialah sebanyak 22,85 persen ditemukan di Jawa Timur, Jakarta sekitar 20,71 persen, Jawa Barat sebesar 15,23 persen, Jawa Tengah sekitar 13,19 persen, dan Yogyakarta sebesar 12,30 persen.

Sayangnya, Lambok tidak dapat menjelaskan alasan kawasan Jawa Timur banyak beredar uang palsu. Pemusnahan uang palsu tersebut selama ini dilakukan secara terpusat, yaitu di Jakarta.

"Kalau di daerah, yang dimusnahkan itu uang lusuh," jelas dia.

Di kesempatan sama, Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto menambahkan uang Rupiah palsu yang dimusnahkan di 2013 didominasi pecahan Rp 100.000.

"Pada dasarnya, memalsukan uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 1.000 hukumannya sama. Tapi nilai ekonomi pecahan Rp 100.000 lebih besar, jadi untungnya juga lebih besar," jelas dia.

Maraknya pemalsuan terhadap uang Rupiah diakui Arief lantaran berkembangnya teknologi mesin pencetak alias printer. "Uang palsu dicetak dengan printer berwarna. Ini menjadi kewaspadaan BI dan Polri atas modus semacam ini," ungkapnya. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP