JATAM sebut banyak kepentingan bermain dalam pemilihan bos Freeport
Merdeka.com - Chappy Hakim resmi ditunjuk PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menjadi Presiden Direktur (Presdir) baru. Ditunjuknya mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) itu akan menggantikan Presdir sebelumnya Maroef Sjamsoeddin.
Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Merah Johansyah, menilai ada kepentingan dari para jenderal dengan ditunjuknya Chappy sebagai Presdir PTFI. Hal ini merujuk dari latar belakang Chappy yang cukup lama di dunia militer.
"(Freeport) Ibarat gadis cantik banyak orang punya kepentingan di sana. Ini menunjukkan (Chappy Hakim) dengan latar belakang militer itu menunjukkan bahwa sedang ada keinginan untuk memastikan keamanan operasi PTFI. Saya kira itu terkait kepentingan para jenderal dan seterusnya," ujarnya kepada merdeka.com saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (21/11).
Tidak hanya itu, dirinya menilai penunjukan Chappy merupakan salah satu langkah untuk memuluskan perusahaan tambang raksasa asal Negeri Paman Sam itu dalam memperpanjang kontraknya yang akan habis pada 2021 mendatang. Pihaknya menilai indikasi-indikasi tersebut menunjukkan ketidaktegasaan pemerintah kepada PTFI.
"Dengan situasi saat ini kita melihat, Freeport untuk memperpanjang kontraknya termasuk memuluskan revisi UU Minerba terutama berkaitan izin ekspor konsentrat. Kami melihat selama ini pemerintah tetap tidak tegas. Tidak dibangunnya hilirisasi dengan tidak bangun smelter. Celakanya DPR diam saja," tandas dia.
Sebelumnya, Chappy akan menggantikan pejabat sementara Robert Schroeder, yang mengisi lowongnya posisi Dirut Freeport Indonesia, usai ditinggalkan Maroef Sjamsoeddin, yang mengundurkan diri pada Januari 2016. Chappy adalah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) pada 2002 saat Presiden dijabat Megawati Soekarnoputri.
Seperti halnya Chappy, Maroef merupakan Dirut Freeport Indonesia berlatar belakang militer dengan pangkat terakhir Marsekal Muda (Purn) TNI AU. Sebelum menjabat Presdir Freeport Indonesia, Maroef adalah mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara periode 2011-2014.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya