Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jasindo Bekali Asuransi Petani Berbasis Area

Jasindo Bekali Asuransi Petani Berbasis Area panen padi. shutterstock

Merdeka.com - PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo menggandeng Kementerian Pertanian (Kementan) guna memberikan asuransi usaha tani padi berbasis indeks hasil padi atau disebut Indeks Hasil Panen Padi Berbasis Area (IHPPBA). Asuransi ini memberikan ganti rugi berdasarkan pada hasil panen wilayah rata-rata dengan melakukan survei pengambilan sampling statistik dan survei ubinan pada titik-titik tertentu di suatu area sawah.

Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Novara mengatakan, pada program uji coba asuransi IHPPBA, petani di suatu wilayah dapat memperoleh ganti rugi jika hasil panen aktual yang dicapai lebih rendah dibandingkan dengan indeks ambang batas yang sudah ditetapkan. Ganti rugi bisa dilakukan jika wilayah tersebut terjadi banjir, rob, kekeringan, dan serangan OPT.

"Asuransi IHPPBA ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada petani jika produksi lebih rendah dari produksi rata-rata per wilayah sehingga petani mampu melakukan atau melanjutkan kegiatan usaha tani karena sudah memiliki modal kerja dari ganti rugi atas risiko usaha tani yang dialami," kata dia di Jakarta, Jumat (16/7).

Dimulai Semester II 2021

ii 2021Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dia melanjutkan, program ini akan berlangsung pada semester dua tahun 2021. Pada awal program, uji coba AUTP IHPPBA akan difokuskan pada lahan 6.000 hektar yang terdapat di 15 desa yang sudah ditentukan di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. Adapun persiapan Pelaksanaan program ini juga melibatkan Dinas Propinsi Jawa barat dan Dinas Karawang.

Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan premi kepada petani sebesar Rp127.200 per hektar dan petani cukup membayar Rp31.800 per hektar untuk bisa mendapatkan manfaat program ini.

"Dengan adanya izin dari OJK dan Penugasan dari Kementan, diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan lancar, dapat memberikan alternatif perlindungan kepada petani jika hasil panen aktual dibawah indeks ambang batas serta mampu memberikan pendidikan kepada petani dalam mengelola risiko dan sistem berusaha tani yang lebih baik," tutup Diwe.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP