Jasa Marga sebut integrasi tarif tol JORR demi efisiensi
Merdeka.com - Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga, Mohamad Agus Setiawan, mengatakan menegaskan bahwa penerapan integrasi transaksi di ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) tidak bakal berpengaruh signifikan terhadap naiknya pendapatan perseroan.
Dia menjelaskan keuntungan yang bakal diperoleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari kebijakan anyar ini adalah naiknya efisiensi. Seperti berkurangnya biaya perawatan terhadap gerbang tol (GT).
"Ini bukan kenaikan tarif, sehingga BUJT sudah dihitung pendapatan awalnya berapa. Ada yang jarak pendek lebih tinggi, jarak jauh lebih murah. Untuk Jasa Marga relatif (pendapatan) tidak berubah signifikan," ungkapnya ketika ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (21/6).
"Keuntungan dari sisi efisiensi pengoperasian. GT Rorotan, dengan diangkat maka biaya pemeliharaan akan lebih berkurang. (Pengguna tol) kan tidak nunggu (antre) lama," katanya.
Integrasi sistem transaksi ini, kata dia, tentu akan membuat pengguna tol jarak pendek berkurang, karena harus membayar lebih mahal dari biasanya. "Pengguna jarak pendek yang sebelumnya bayar Rp 9.500 nanti akan bayar Rp 15.000 secara rasional memilih apakah akan gunakan tol atau tidak," jelas dia.
Namun, pengguna jalan tol untuk jarak jauh pasti akan meningkat, sebab jumlah yang harus dibayarkan menjadi lebih murah. "Akan ada penambahan yang jarak jauh. Misalnya masuk W1 bayar Rp 9.500, masuk JORR 9.500, akses Tanjung Priok Rp 15.000 golongan I. Itu kan bisa Rp 34.000, sekarang Rp 15.000 dengan tarif merata," ujar Agus.
"Sebetulnya pengguna jalan akan memilih keseimbangan sendiri. Yang jarak pendek saya akan memilih tidak menggunakan tol, yang jauh berpikir sebaliknya," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya