PT Jasa Marga memperkenalkan layanan pengaduan dengan sistem 'Panic Button' melalui aplikasi JM Care. Layanan ini diharapkan penanganan masalah di jalan tol bisa cepat teratasi, terutama pada saat arus mudik Lebaran 2018.
Layanan ini bisa dimanfaatkan para pengguna jalan tol jika saat melalui jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga mengalami masalah, seperti kendaraan mogok, atau kondisi macet, dan lain sebagainya.
"Sistem kerjanya nanti pengguna jalan tol tinggal tekan tombol itu, nanti petugas kita yang akan menghubungi untuk menanyakan apa masalahnya, dan langsung akan dikirimkan petugas ke lokasi," kata Manager Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC), Hervian, saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/4).
Dalam mengaktifkannya, pengguna JM Care harus terlebih dulu mengisi data diri seperti nama, nomor ponsel dan alamat surat elektronik (email) sebagai verifikasi.
Layanan lainnya, lanjutnya, Jasa Marga juga bakal menambah kecepatan informasi kepada masyarakat baik melalui media sosial atau sistem informasi yang dimiliki perusahaan. Saat kondisi normal, pembaruan informasi mengenai jalan tol dilakukan setiap 30 menit sekali. Namun saat mudik Lebaran atau kondisi jalan tol padat, informasi ini akan diperbarui tiap 10 menit sekali.
Hervian menambahkan, saat ini JMTIC memiliki 564 CCTV yang tersebar di seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga. Jumlah terbanyak berada di Jabodetabek di mana terpasang setiap 1 kilometer (Km). "Sistem kerjanya, kalau kita pantau di cctv ada kepadatan, petugas kami akan menghubungi yang berwenang di lokasi dan akan ada juga petugas kami yang melakukan observasi, baru kita putuskan kebijakan penanganannya, misal dengan membuka contraflow atau lainnya," terang dia.
Sistem informasi Jasa Marga sendiri saat ini sudah terintegrasi dengan berbagai instansi seperti Polda Metro Jaya dan Kementerian Perhubungan.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6