Jasa Marga buka-bukaan terkait penyebab kemacetan ruas tol Cikampek
Merdeka.com - General Manager Jasa Marga Cabang Cikampek Raddy R. Lukman, mengatakan bahwa jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) merupakan salah satu tol tersibuk dengan permasalahan yang sangat kompleks. Tol yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta tersebut yang dilalui ratusan ribu kendaraan setiap harinya.
"Rata-rata berkisar 560.000 kendaraan per hari," kata Raddy dalam sebuah acara konferensi pers di Kawasan Pacenongan, Jakarta Pusat, Selasa (6/3).
Selain itu, Raddy mengungkapkan bahwa tol Japek terlalu sering dilalui kendaraan besar dengan muatan berlebihan (overload). Selain menambah kemacetan, kondisi tersebut juga membuat jalan menjadi cepat rusak.
"Penyebab lain kemacetan adalah tingginya proporsi kendaraan berat rata-rata 20 persen, di gerbang tertentu bahkan 25 persen di Karawang. Di Jakarta Cikampek itu cukup dominan yang overload dampaknya kemacetan dan kerusakan jalan," ungkapnya.
Selain itu, banyaknya proyek pembangunan yang sedang berlangsung di dalam jalan tol tersebut semakin memperparah keadaan.
"Juga adanya proyek yang sedang bersamaan tol elevated dari Cikunir ke Karawang Barat lalu ada LRT sampai Bekasi Timur nanti ada Kereta Cepat juga sampai Km 42 ini baru mulai. Kegiatan proyek itu pasti akan mengurangi kapasitas jalan sehingga akan berdampak pada kemacetan," ujarnya.
Tidak hanya itu, tingginya kerusakan kendaraan di dalam ruas jalan tol Japek juga cukup sering terjadi dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. "Lalu hal-hal yang lain adalah tingginya gangguan kendaraan seperti pecah ban, patah as, mogok. Per hari rata-rata bisa 15 kali terjadi dan itu didominasi kendaraan berat."
"Jadi begitu kompleks penyebab kemacetan di Jakarta-Cikampek."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya