Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jangan heran harga ponsel naik 10 persen

Jangan heran harga ponsel naik 10 persen Ponsel. © Guardian.co.uk

Merdeka.com - Jika Anda berniat membeli telepon seluler dalam waktu dekat ini, jangan kaget jika harganya naik. Sudah tiga pekan terakhir ini harga sejumlah ponsel mengalami kenaikan.

Penyebabnya tak lain karena melemahnya Rupiah hingga mendekati angka Rp 13.000 per USD. Kondisi ini memaksa importir menaikkan harga jual produk telepon genggam.

"Modal impor menjadi tinggi, kami terpaksa naikkan harga sekitar 10 persen," ujar Ketua Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI) Eko Nilam kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (3/3).

Dia menyadari, makin mahalnya harga ponsel berpengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat. Otomatis, omzet penjualan pun ikut mengalami penurunan.

"Omzet penjualan juga mengalami penurunan sebesar 20 persen, mereka (pengusaha ponsel) mengeluhkan nilai tukar Rupiah ini. Memang kondisi ini tidak ada kepastian," ungkapnya.

Penurunan omzet penjualan ponsel tidak terlalu drastis mengingat masih saja ada konsumen yang merasa perlu membeli produk telepon genggam. Meskipun secara harafiah ponsel bukan produk prioritas masyarakat.

"Sulit kalau mengatakan prioritas karena bukan masuk kebutuhan utama untuk masyarakat bukan seperti sembako juga tapi sekarang tidak bisa kan tanpa menggunakan ponsel, artinya itu sekarang menjadi kebutuhan utama dalam masyarakat," jelas dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP