Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jemaah umrah & penerbangan RI-Qatar tak terpengaruh konflik Teluk

Jemaah umrah & penerbangan RI-Qatar tak terpengaruh konflik Teluk Qatar Airways. ©2014 Merdeka.com/www.theedge.me

Merdeka.com - Yaman mengikuti jejak Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Libia, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, yang dituding melakukan langkah yang mengganggu keamanan kawasan Teluk. Mereka menuduh negara Teluk itu mendukung dan membiayai terorisme serta mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Langkah dramatis itu meningkatkan perselisihan mengenai dukungan Qatar terhadap Ikhwanul Muslimin, gerakan Islam tertua di dunia, dengan menambahkan tuduhan bahwa Doha bahkan mendukung pesaing utama negara Arab, Iran.

Dampak dari pemutusan hubungan ini adalah maskapai penerbangan, Qatar Airways tak lagi boleh terbang di atas langit Arab Saudi. Namun demikian, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa penerbangan antara Indonesia dan Qatar tidak terganggu terkait pemutusan hubungan diplomatik empat negara di Timur Tengah tersebut.

"Tidak ada pengaruh signifikan ke penerbangan kita," kata Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (6/6).

Kristi menambahkan, saat ini pihak Qatar sendiri tengah mempertahankan kredibilitas dan hubungan baik dengan Indonesia sebagai salah satu destinasi penerbangan yang potensial, terutama untuk pariwisata. "Untuk penerbangan ke Indonesia aman-aman saja karena memang tidak terdampak dari larangan itu," katanya.

Saat ini, dia menuturkan pihaknya tengah menangani penerbangan jemaah umroh yang transit di Doha, Qatar untuk tetap bisa tiba di Arab Saudi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan para jemaah umrah Indonesia yang menggunakan transportasi udara dari negara Qatar akan tetap beribadah dengan lancar. Ditjen Perhubungan Udara akan mencarikan solusi dengan mengalihkan penerbangan ke maskapai lain yang bisa mengangkut para jemaah tersebut ke Tanah Suci.

"Kita tidak bisa mencampuri urusan politik negara lain. Yang bisa kita lakukan adalah membuat kebijakan untuk tetap memudahkan para jemaah umroh dari Indonesia, yang menggunakan maskapai Qatar Airways bisa tetap melaksanakan ibadahnya dengan lancar," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/6).

Kebijakan yang diambil, lanjut Agus, adalah memindahkan para jemaah tersebut yang sebelumnya adalah penumpang Qatar Airways ke maskapai lain yang mempunyai rute ke Arab Saudi, khususnya Riyadh dan Madinah. Kebijakan tersebut sudah dilakukan mulai hari Senin (5/6), di mana sebanyak 20 jemaah penumpang Qatar Airways telah dipindahkan ke maskapai Saudia Airlines.

Selanjutnya pada hari ini, Selasa (6/6), akan ada 45 jemaah yang dialihkan ke penerbangan Garuda Indonesia. Agus mengimbau para jemaah agar tetap tenang dan menjalankan ibadah dengan khusuk. Selain itu juga meminta para pengelola agen perjalanan haji dan umroh yang menggunakan maskapai Qatar Airways agar melapor sehingga bisa dicarikan jalan keluarnya.

Di sisi lain, Agus juga mengimbau para maskapai, baik maskapai nasional maupun internasional (non Qatar) untuk membantu kebijakan ini sehingga transportasi para jemaah umroh tetap lancar.

"Saya harapkan jemaah tetap tenang dan tetaplah beribadah dengan khusuk. Kami sebagai perwakilan negara Indonesia akan senantiasa hadir untuk melindungi dan mencarikan jalan keluar sebaik baiknya lancar bagi setiap warga negara yang hendak melakukan ibadah," lanjutnya.

Menurut Agus, kebijakan ini akan diberlakukan hingga krisis politik di Timur Tengah selesai dan penerbangan dari dan ke daerah tersebut bisa dengan lancar dilaksanakan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP