Jalan perbatasan Kalimantan sepanjang 1.070 Km selesai 2019
Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus melanjutkan konstruksi jalan paralel perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.070 Km. Jalan yang tersambung dari Kalimantan Barat (Kalbar) hingga Kalimantan Utara (Kaltara) ini ditargetkan bisa tembus pada 2019.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII, Refly Ruddy Tangkere menyebut bahwa pihaknya membutuhkan banyak dukungan dalam pengerjaan jalan perbatasan ini, sehingga segala kebutuhan pembangunan dapat terpantau.
"Secara umum, memang banyak dukungan yang perlu kita butuhkan, termasuk dalam hal pendanaan. Kemudian ada banyak kendala di sana, seperti medan, teknis dan non-teknis," papar dia di Balikpapan, Rabu (5/9).
Medan pengerjaan yang sulit menjadi kendala teknis utama yang harus dihadapi. Secara non-teknis, ada beberapa hal yang harus dihadapi seperti kultur budaya masyarakat setempat dan cuaca ekstrem di lokasi. "Cuaca cenderung ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. Tapi sekarang agak sedikit masuk ke musim panas," kata dia.
Refly meyakini, kualitas jalan paralel perbatasan di Kalimantan ini kelak akan setara dengan standar milik Bina Marga. "Saya rasa kualitasnya sama. Bisa dilihat seperti bagaimana di jalan tol, jalan di jembatan seperti di Pulau Balang, kemudian jalan nasional kita," urainya.
Terkait pembukaan lahan yang sebagian besar terdiri dari hutan belantara, dia mengatakan bahwa Kementerian PUPR telah bekerja sama dengan pihak Zeni TNI AD sejak 2016.
Refly juga menargetkan, pada akhir tahun ini tinggal tersisa 126 Km di Kaltara dan 58 Km di Kaltim jalan yang belum tembus dari total panjang 1.070 Km. "Diharapkan tembus (seluruhnya) di 2019," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya