Jalan Pelabuhan Bitung jadi hub internasional masih panjang
Merdeka.com - Pemerintah telah menetapkan Bitung sebagai International Hub Sea Port (IHP) untuk kepentingan perniagaan Indonesia Bagian Timur, Ocean Going, dan Transhipment yang melintasi wilayah Samudera Pasifik. Namun, manfaat ekonomi yang bisa diambil masih terlampau kecil, dan kebutuhan transportasi masih bergantung impor dari negara lain.
Oleh karena itu, pemerintah akan mempercepat pengembangan pelabuhan IHP dan infrastruktur di Bitung. Sehingga konektivitas perdagangan wilayah Indonesia Timur, khususnya untuk ekspor impor bisa terwujud.
"Ke depan perlu dibuat pusat logistik berikat. Di sana bisa dibuat standar dan gradingnya untuk produk-produk yang akan diekspor. Tidak cukup hanya mengembangkan pelabuhan, tapi juga harus diikuti industri dan lain-lain," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam keterangan resminya di Manado, Kamis (25/2).
Dia menambahkan, saat ini diperkirakan 40 persen kegiatan perniagaan dunia melewati wilayah perairan laut dan udara Indonesia. Karena itu mewujudkan Pelabuhan Bitung sebagai IHP merupakan pilihan strategis. Namun, memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
"Sebagai negara kepulauan kita punya fleksibilitas sangat tinggi untuk menentukan di mana pintu masuk dan keluar kita terhadap negara-negara lain," imbuhnya.
Sayangnya, lanjut Menko Darmin, saat ini kapasitas Pelabuhan Bitung masih relatif kecil, sekitar 280.000 Teus (twenty foot equivalent unit), sehingga masih membutuhkan banyak pengembangan.
"Perluasan pelabuhan, misalnya, memerlukan kepastian tempat, jaringan supply chain, termasuk pembangunan jalan tol, perwujudan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kegiatan industri," jelas Menko Darmin.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya