Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Bikin Repot

Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Bikin Repot Ilustrasi Jiwasraya. ©2020 Liputan6.com

Merdeka.com - Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengakui kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membuat pihaknya merasa kerepotan. Ini dikarenakan dalam kasus tersebut ada keterlibatan pihak asing yang juga menjadi korban.

Burhanuddin khawatir, keterlibatan korban pihak asing membuat reputasi Indonesia sebagai ramah investasi menurun. Apalagi selain Jiwasraya ada beberapa industri jasa keuangan lain tersandung masalah.

"Jiwasraya Rp17 triliun dan terlibat investor asing dan lokal cukup banyak. Ini buat kerepotan. Dan penilaian negara dari investor, ini sangat mengganggu," kata Burhanuddin dalam acara Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis (20/2)

Menurutnya, investor saat ini butuh kepastian hukum supaya berminat menanamkan modalnya di Tanah Air. Sebab, jika tidak ada kepastian hukum para investor pun ogah melakukan investasi ke Indonesia.

"Karena kalau hukum penuh ketidakpastian, para investor akan lari dan itu sudah terjadi pada kita," tegasnya.

Dukung Tingkatkan Investasi

investasi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kejaksaan Agung sendiri turut berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi di Tanah Air. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjaga agar kepastian hukum di Indonesia berjalan kondusif.

Burhanuddin mengatakan sejauh ini pihaknya terus menjaga agar situasi penegakan hukum di Indonesia tidak gaduh. Pendekatan hukum dilakukan diupayakan sehalus mungkin. Itu dilakukan agar iklim investasi di Indonesia dapat tumbuh positif.

"Kenapa? Kalau penegakan hukum gaduh saya yakin investasi tidak akan masuk," kata dia.

Untuk menjaga penegakan hukum yang kondusif, dirinya sudah memberikan arahan kepada jajaran di bawahnya. Dia meminta agar penanganan dilakukan dalam kasus tindak pidana korupsi, tidak hanya berupa tindakan represif tapi juga preventif.

"Artinya penegakan hukum yang kita lakukan ada keseimbangan antara preventif dan represif," imbuhnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP