Jakarta 'pemakan' daging sapi impor terbesar Indonesia
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertemu dengan lima pemerintah provinsi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur. Dalam pertemuannya di Kementerian Pertanian menyepakati kerja sama pengadaan stok sapi ke wilayah Jakarta.
Kerja sama ini disaksikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam sambutannya Amran menyampaikan provinsi DKI Jakarta membutuhkan pasokan sapi rata-rata per bulan mencapai 60.000 ekor. Tingginya kebutuhan sapi tersebut menjadikan Jakarta sebagai konsumen daging sapi impor terbesar di Tanah Air.
"70 persen impor itu masuk ke Jakarta," ujar dia di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/11).
Menteri Amran mengharapkan melalui kerja sama ini dapat menekan konsumsi sapi impor. Sebab, sebenarnya selama ini pasokan sapi dalam negeri dapat mencukupi kebutuhan nasional.
Kebutuhan sapi impor, lanjutnya, dikarenakan ada kendala pada distribusi pengangkutan dari sentra-sentra peternakan sapi ke daerah konsumen sehingga opsi impor lebih dipilih untuk memenuhi kebutuhan selama ini.
"Kerja sama ini akan disinergikan dengan program tol laut yang digagas presiden, saat ini ada enam kapal yang disediakan khusus untuk angkut sapi, jadi sapi-sapi dari NTT, NTB dan lainnya diangkut dengan kapal itu," jelas dia.
Sementara pada kesempatan sama Gubernur Basuki alias Ahok berharap dengan adanya kapal pengangkut sapi, distribusi hewan ternak dapat berjalan lancar.
"Kebetulan saya tadi dipanggil presiden. Beliau ingin apa yang dirintis sejak jadi gubernur. Kami DKI akan beli selama stok sapi lokal masih ada," tambah Ahok.
Ahok pun telah meminta PD Dharma Jaya untuk menjaga kestabilan harga daging sapi di ibukota dengan cara memastikan stok daging sapi tercukupi. Nantinya, kerjasama ini bersifat business to business (B to B).
Namun, Ahok menegaskan kerja sama ini tidak bermaksud untuk mengecilkan peran perusahaan swasta. Bagi Ahok, terpenting pesan Presiden Jokowi, pengusaha sapi tidak mengambil keuntungan terlalu besar.
"Kami bukan mau menyaingi swasta karena tujuan kami penuhi kepala, perut dan dompet. Penetrasi pasar ini juga baik untuk melindungi swasta, swasta perannya juga dibutuhkan," sambung Ahok.
Dengan adanya kerja sama ini diharapkan juga harga sapi di pasaran dapat stabil dan tidak fluktuatif. Sehingga, Pemprov DKI dapat menekan angka inflasi.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya