Jaga validitas, data penduduk miskin di SKSTN diperbarui 2 kali setahun
Merdeka.com - Kementerian Sosial (Kemensos) sedang menggarap proyek Pengembangan Sistem Kesejahteraan Sosial Terpadu Nasional (SKSTN). Proyek ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat basis data masyarakat penerima bantuan sosial.
Kepala Pusat dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial, Said Reza Pahlevi, berharap dengan SKSTN data penerima bantuan sosial dapat lebih valid. Dalam menjaga validitas, Kemensos akan memperbarui data dua kali dalam setahun.
"Di-update dua kali satu tahun. Mei dan November," ujarnya di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).
Proses pengambilan data, lanjutnya, tidak akan dibuat sulit. Di mana, rumah tangga miskin akan langsung di data secara online dan langsung terekam dalam sistem.
"Tentu penyerahan ini akan berbasis teknologi. Bisa berbasis android, nanti kita akan pikir fasilitas yang memudahkan," ungkapnya.
"Akan ada pre list revisi yang akan digunakan untuk mengunjungi rumah tangga tersebut. Di cek kondisinya. Kita bisa rekam. Kuisioner sudah disediakan. Bisa rekam foto rumah. Ke depan, peta posisi rumah tangga miskin bisa ada," tambah dia.
Setelah proses verifikasi data, Pemkab maupun Pemkot akan menetapkan dan mengunggah ke dalam sistem data, rumah tangga mana saja yang laik untuk menerima bantuan sosial.
"Mereka akan tentukan rumah tangga ini layak atau rumah tangga ini tidak masuk kategori miskin lagi, atau ada yang tiba-tiba jatuh miskin karena ada bencana dan sebagainya," jelas dia.
Data tersebut, lanjutnya, dapat digunakan secara luas oleh Kementerian/Lembaga yang terkait dalam upaya pengentasan kemiskinan.
"Data terpadu yang sudah dimutakhirkan itu dapat digunakan sebagai target pengentasan kemiskinan. Bisa Kemensos. Bisa Kementan misalnya subsidi pupuk. Kementerian ESDM misalnya subsidi listrik gas, bisa saja," tegasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya