Jaga pergerakan Rupiah, BI antisipasi agar dana masuk tak berlebihan
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan aliran dana masuk (inflow) terus akan terjadi di tahun ini, terutama jika kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) sudah diterapkan pemerintah. Untuk itu, BI akan mengelola inflow agar tidak berlebihan sehingga nilai tukar Rupiah akan relatif stabil dan tidak menimbulkan gejolak.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan pergerakan Rupiah (volatilitas) di Maret-April 2016 hanya 5,6 persen, lebih rendah dari volatilitas pada 2015 yang mencapai 10-11 persen.
"Ini kami kelola dengan baik inflow yang masuk ini jangan sampai timbulkan volatilitas berlebihan atau apresiasi berlebihan. Yang pada gilirannya bisa sebabkan Rupiah terlalu kuat. Sehingga, merugikan dari sisi yang lain," ujar Juda di Gedung BI, Jakarta, Selasa (26/4).
BI bakal menyiapkan berbagai instrumen agar dana masuk tersebut tetap terjaga, seperti penggunaan obligasi untuk infrastruktur. Selain itu, peluang dana masuk dari luar negeri ke dalam negeri (repatriasi) juga akan dimanfaatkan untuk memperdalam pasar keuangan termasuk pembiayaan jangka panjang yang masuk.
"Kami akan siapkan, intinya dari BI pertama bagaimana inflow ataupun repatriasi tax amnesty ini dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap stabilitas makro," kata dia.
Seperti diketahui, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) pengampunan pajak (tax amnesty) guna menarik dana dari luar negeri ke dalam negeri.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya