Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jaga Devisa Hasil Ekspor Tak Lari ke Luar Negeri, BI akan Rilis Aturan Baru

Jaga Devisa Hasil Ekspor Tak Lari ke Luar Negeri, BI akan Rilis Aturan Baru Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©2020 dok.Bank Indonesia

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan instrumen operasi moneter (OM) valas yang baru untuk mendorong penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE), khususnya dari ekspor Sumber Daya Alam (SDA) di dalam negeri oleh bank dan eksportir untuk memperkuat stabilisasi, termasuk stabilitas nilai tukar Rupiah dan pemulihan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, instrumen OM Valas tersebut dilakukan dengan imbal hasil yang kompetitif berdasarkan mekanisme pasar yang transparan disertai dengan pemberian insentif kepada bank.

"Kami akan mengeluarkan instrumen operasi moneter valas yang baru dimana Bank-bank bisa meneruskan simpanan dari DHE para eksportir itu. Jadi, dari eksportir menyimpan dananya di perbankan, dan perbankan bisa meneruskannya ke Bank Indonesia dengan mekanisme pasar dan suku bunga imbal hasil yang menarik," jelas Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Desember 2022, Kamis (22/12).

Dia menjelaskan, sebagian besar devisa hasil ekspor Sumber Daya Alam itu telah masuk di dalam negeri. Namun, masalahnya bagaimana agar DHE SDA tersebut bisa tetap berada di dalam negeri lebih lama.

Oleh karena itu, Bank Indonesia memutuskan akan menerbitkan instrumen operasi moneter valas yang baru. Lantaran, selama ini operasi moneter valas yang Bank Indonesia melalui lelang dengan mekanisme operasi moneter yang lama.

"Ini yang kami lakukan, dengan demikian DHE yang sudah masuk bisa lebih lama 1-3 bulan. Kami tentu saja akan menawarkan kepada seluruh bank dan seluruh eksportir, kami ingin menyampaikan bahwa suku bunga yang akan diperoleh oleh para eksportir dari perbankan dalam negeri, dan perbankan dalam negeri yang kemudian meneruskan melalui deposit valas atau instrumen operasi moneter valas yang baru ini, akan mendapat imbal hasil yang menarik," ungkapnya.

Dengan demikian, DHE yang selama ini sudah masuk akan lebih lama karena mendapatkan imbal hasil di dalam negeri yang menarik dan kompetitif, dibanding yang diterima di luar negeri. Disisi lain, bank di dalam negeri pun akan mendapatkan insentif jika bisa meneruskan DHE yang disimpan para eksportir ke Bank Indonesia.

"Bank untuk bisa meneruskan devisa hasil impor yang disimpan para eksportir ke bank Indonesia. Inilah mekanisme-mekanisme yang baru, sehingga devisa hasil ekspor khususnya yang SDA berkontribusi positif terhadap stabilitas dan pemulihan ekonomi nasional termasuk di dalamnya stabilisasi nilai tukar rupiah," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP