Jadi wirausaha lebih menarik daripada kerja kantoran
Merdeka.com - Sebagian orang bercita-cita memiliki usaha atau bisnis sendiri dibandingkan terus menerus menjadi seorang pekerja. Sekadar niat saja tidak cukup, perlu keberanian untuk lepas dari zona nyaman dan terjun langsung serta siap menghadapi pelbagai risiko.
Prinsip itu diakui Kingkin Jiwanggo. Dia rela pensiun dini dari kerja kantoran untuk kemudian membangun 'warung kopi' moderan yang diberi nama Daddy Miss Bar. Tak dipungkiri, pengalamannya menjalankan wirausaha jauh lebih menarik dibanding bekerja di kantor.
Pria berusia 25 tahun ini tidak membangga-banggakan diri jadi wirausahawan muda. Sebab dalam pandangannya, dunia usaha tidak mengenal umur. Hanya satu prinsip yang dipegangnya, untuk memulai usaha butuh aksi nyata.
"Kesadaran kita mau melakukan usaha. Yang menarik dari usaha itu adalah actionya (aksinya) dulu. Jadi tidak cuma di mulut (rencana). Benar kata orang-orang, yang penting jadi dulu," kata Kingkin kepada merdeka.com, Senin (9/3).
Usaha yang dibangun bersama dua rekannya ini memang tergolong baru. Meskipun usahanya ini diakui dibumbui unsur nekat, bukan berarti Kingkin dan rekannya tidak mempunyai perhitungan matang.
Sebelum membangun, Kingkin mengaku sudah bertanya mengenai strategi mengurangi risiko dan trik membentuk pasar atau konsumen sendiri.
Target konsumen yang diincar warung kopi milik Kingkin adalah anak muda. Lokasi sangat menentukan target pasar. Karena itu dia memilih lokasi di depan sekolah SMA yang notabene senang nongkrong.
"Kalau sudah jalan begitu, kendalanya, ya kita tetep sesuai target anak sekolah. Jadi tetep utamakan target dulu," ungkapnya.
Setelah lokasi, harga produk ikut mendukung pembentukan pasar dan konsumen. Harga di warung kopi Daddy Miss Bar bisa disebut sesuai dengan isi kantong pelajar dan anak muda. Harga makanan dan minuman yang dijual berkisar Rp 5.000 sampai Rp 20.000. Selain harganya bersahabat, varian makanan dan minuman di sini juga tergolong banyak.
Kingkin juga menjamin bahwa harga kopi nusantara yang dijualnya termasuk masih murah dibandingkan kedai kopi lainnya di Depok. Harganya berkisar Rp 12.000-15.000, tergantung jenis kopinya. Namun dia tetap mengutamakan kualitas.
"Kita ada sembilan jenis kopi, itu dari Aceh hingga Papua ada. Untuk harga kopi itu sendiri, kita juga masih memikirkan harga pasaran, ya anak SMA (pelajar) itu tadi," ungkapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya