Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi primadona, ekspor kayu SVLK RI tembus USD 700 juta di awal 2017

Jadi primadona, ekspor kayu SVLK RI tembus USD 700 juta di awal 2017 balok kayu. shutterstock

Merdeka.com - Pemerintah saat ini tengah menggalakkan ekspor kayu bersertifikasi. Saat ini, ekspor kayu yang berlisensi atau mengantongi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) telah menebus pasar Uni Eropa dan Asia.

Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rufi'ie, mengatakan hingga hari ini ekspor kayu bersertifikasi asal Indonesia telah tembus nilai USD 700 juta,

"Ekspornya menggembirakan. Ini baru 26 hari, sudah USD 700 juta. Ekspor tertinggi masih Asia dan Uni Eropa saja," ujarnya dalam diskusi yang digelar Yayasan Dr. Sjahrir di Hotel Treva, Jakarta, Kamis (26/1).

Menurutnya, ekspor kayu ke Eropa memiliki syarat yang sangat ketat. Kayu yang diekspor harus memiliki SVLK dan Forest Stewardship Council (FSC). Namun, dengan adanya sertifikasi tersebut, kayu Indonesia menjadi primadona di luar negeri.

"Australia saja ingin segera kerja sama ekspor kayu dengan kita," katanya.

Lebih lanjut, Rufi'ie menambahkan pemerintah menargetkan ekspor kayu Indonesia mencapai USD 10 miliar. Saat ini, lanjutnya, sudah ada 3.600 perusahaan yang memiliki SVLK dan diizinkan untuk ekspor kayu.

"Ini kebih dari 80 persen perusahaan kayu yang aktif," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP