Jadi destinasi wisata, Labuan Bajo malah tak punya rumah sakit
Merdeka.com - Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Kemaritiman, Bambang Susanto Priyohadi menyayangkan minimnya fasilitas rumah sakit lokal maupun international di Labuan Bajo. Sebab, banyak wisatawan yang melakukan kegiatan diving di Labuan Bajo sehingga tidak ada keamanan yang cukup baik.
"Sampai dengan hari ini diving activities tidak dilengkapi sarana berjaga-jaga kalau ada wisatawan yang terkena problem tekanan udara atau decompression sickness (DCS)," kata Bambang di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Kamis (23/6).
Bambang menjelaskan, tindakan medis untuk gejala tersebut harus diatasi di ruangan hiperbaric. Namun demikian, Labuan Bajo hanya memiliki 1 rumah sakit standar international yakni Siloam.
Lebih ironisnya, rumah sakit besar tersebut tidak menyediakan ruangan hiperbaric oxygen theraphy, sehingga apabila gejala tersebut menimpa salah satu wisatawan maka tindakan medisnya harus dilakukan di rumah sakit yang ada di Denpasar.
"Pemilik Siloam sudah berjanji untuk menyediakan ruangan hiperbaric. Jadi tidak perlu pergi ke Denpasar," tuturnya.
Masalah kedua, lanjut Bambang, adalah tidak tersedianya vaksin apabila terjadi insiden Komodo menggigit wisatawan. "Celakanya itu hanya ada di Denpasar. Nah, itu juga kita minta agar keselamatan atau safetynya terjamin," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya