Jadi anggota OPEC, Indonesia bisa manfaatkan peluang kerja sama
Merdeka.com - Kembali bergabungnya Indonesia ke dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau Organisasi penghasil minyak bumi belum dimaksimalkan dengan baik oleh pemerintah. Indonesia dinilai kalah dari China yang sudah menjalin erat kerja sama dalam migas kepada beberapa negara anggota.
Pengamat Migas Abdul Muin mengatakan Indonesia harus lebih agresif dalam menjalin kerja sama eksplorasi minyak dengan sesama anggota. Apalagi, akses kepada anggota lebih mudah karena telah menjadi anggota OPEC.
"China yang bukan negara OPEC saja sudah bisa memanfaatkan hubungan internasional, kenapa kita tidak bisa memanfaatkan hubungan itu," ujar Abdul pada diskusi Refleksi 2015 dan proyeksi 2016 Industri Hulu Migas Nasional di Jakarta, Selasa (1/12).
Abdul mengatakan pemerintah dapat melakukan kerja sama dengan anggota OPEC. Alasannya, OPEC memiliki data cadangan minyak terbesar di dunia.
"Jadi jika mengandalkan eksplorasi cekungan lama dan belum tentu berhasil, dan investor sulit melakukan pengembangan di dalam negeri," kata dia.
Abdul menambahkan pemerintah harus bisa memanfaatkan hubungan menjadi anggota OPEC. Paling tidak, kata dia, dapat mengakuisisi lapangan minyak di luar negeri untuk memperbanyak cadangan migas.
"Jangan sampai kita hanya sidang doang. Seharusnya sebagai anggota OPEC memiliki misi menyelamatkan negara dengan memanfaatkan minyak," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya