Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ismed klaim RNI berperan penuhi 20 persen kebutuhan gula di Jawa

Ismed klaim RNI berperan penuhi 20 persen kebutuhan gula di Jawa Ilustrasi gula. Shutterstock/Timmary

Merdeka.com - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berambisi mewujudkan swasembada gula di masa kepemimpinannya. Ketergantungan terhadap impor gula perlu dihentikan mengingat saat ini harga komoditas pangan dunia tengah mengalami lonjakan signifikan.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia Ismed Hasan Putro menuturkan, semangat ketahanan pangan harus masuk kedalam konteks gerakan. Dia mengaku telah mengimplementasikan itu dengan berbagai inovasi teknologi, dan managerial dalam perkebunan, industri gula, air mineral, dan daging sapi.

Saat ini RNI memiliki lahan perkebunan seluas 98.624 ha. Lahan seluas itu, kata Ismed, diperuntukan bagi tebu, sawit, teh, dan karet. "Sebanyak 60.043 ha diperuntukan untuk tanaman tebu guna menyokong kebutuhan gula dalam negeri," ujar Ismed melalui siaran pers, Jakarta, Kamis (5/2).

Dia mengklaim, selama 5 tahun terakhir kontribusi RNI terhadap kebutuhan gula di Jawa tidak pernah kurang dari 20 persen. BUMN pangan dan perkebunan harus ikut berperan mewujudkan misi pemerintah dalam ketahanan pangan.

Ismed mengatakan, Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan fundamental untuk mewujudkan ketahanan pangan. Semisal konversi lahan pertanian menjadi areal pemukiman dan industri yang marak terjadi di desa. Kondisi ini berimplikasi semakin terbatasnya penyediaan air bagi kebun dan sawah.

"Belum lagi diperparah oleh kerusakan prasarana pengairan hampir sekitar 30 persen. Hal ini mengakibatkan Indonesia kehilangan potensi hasil produksi pertaniannya akibat sistem pengolahan dan penanganan hasil yang tidak baik," jelas dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP