Investor Timur Tengah hingga Malaysia tertarik tanam modal di Bandara Kertajati
Merdeka.com - Proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) mulai dilirik para investor di negara-negara Timur Tengah dan Malaysia. Proyek senilai Rp 2 triliun tersebut dinilai cukup menjanjikan dari segi investasi karena bandara tersebut akan menjadi bandara termegah kedua di Indonesia.
Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, mengatakan ketertarikan tersebut bisa dilihat di mana peserta West Java Investor Forum yang digelar di Bandung pada Jumat (6/10) ini ingin melihat langsung proyek Bandara yang ada di Majalengka Jawa Barat. West Java Investor Forum yang digelar di Gedung Sate dihadiri para pengusaha negara-negara kaya asal Timur Tengah, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Malaysia turut dalam forum tersebut.
"Mereka pada mau datang. Kalau sudah lihat pasti lebih tertarik lagi. Beberapa, dari Malaysia Airport (Pengelola Kuala Lumpur Internasional Airport) yang akan ke sana," kata Virda.
Pihaknya menyambut baik kehadiran langsung para investor dari beberapa negara untuk bisa turut mengembangkan sisi darat bandara. Sebab, BIJB yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2018 masih banyak yang bisa dikembangkan terutama kawasan komersil.
"Siapa tahu bisa temukan peluang kerja sama. Karena pada dasarnya bandara ini beroperasi dengan minimum operation. Karena masih mencari mitra untuk tenant, IT, pengelolaan limbah, pendukung-pendukung lainnya ya. Kita siapkan sekarang hanya kebutuhan basic saja yakni bandara," terangnya.
Belum lagi Kawasan Aerocity yang akan terintegrasi dengan bandara untuk pengembangan perekonomian di sekitarnya. Menurut Virda, kawasan Aerocity yang diperkirakan menelan Rp 10 triliun untuk pembebasan kawasan tentu akan membutuhkan banyak investasi yang masuk.
"Ini aerocity kan paling besar. Kita inikan untuk membangun kawasan baru saja. Untuk pembebasan lahan saja kebutuhannya bisa mencapai Rp 10 triliun belum untuk bisnis di dalamnya," ujarnya.
Alwi Shihab selaku utusan khusus Presiden RI untuk negara Timur Tengah mengatakan, Islamic Development Bank (IDB) selaku lembaga keuangan internasional sendiri memiliki anggaran USD 5 miliar untuk diinvestasikan. Anggaran itu juga bisa digunakan untuk beberapa proyek stretegis di provinsi terbesar di Indonesia tersebut. Menurutnya negara-negara di Timur Tengah cukup tertarik dengan proyek di Jabar.
"Jabar adalah tempat yang mereka minati dari kultur, lebih dekat ke jiwa orang Timur Tengah, ketimbang investasi di Bali. Ini keunggulan harus ditunjukan," imbuhnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya