Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Investor datang, Menteri Rini tak masalah saham di Merpati berkurang

Investor datang, Menteri Rini tak masalah saham di Merpati berkurang Pesawat merpati. ©jetphotos.net

Merdeka.com - Dua hari lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla memanggil beberapa menteri membahas masa depan maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA). Sejauh ini pemerintah masih menggantung nasib maskapai yang sudah berhenti terbang sejak Januari 2014. Pemerintah menilai masalah yang membelit maskapai ini terlalu rumit.

Pemerintah mengakui beberapa investor sudah menawarkan diri memiliki saham Merpati. Sekaligus mengambil alih utang maskapai yang menumpuk. Beredar kabar, investor yang berminat berasal dari Rusia dan China.

"Saat ini, ada beberapa proposal yang masuk dan sekarang sedang dikerjakan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)," jelas Menteri BUMN Rini Soemarno di kantornya, Jakarta, Kamis (3/9).

Dengan masuknya investor, otomatis saham pemerintah di maskapai pelat merah itu bisa berkurang porsinya alias terdilusi. Menteri Rini mengaku tak keberatan. "Tidak masalah (terdilusi)," singkatnya.

Disinggung isi proposal yang ditawarkan investor, Menteri Rini diam seribu bahasa. Saat ini, investor tengah mempelajari secara seksama bisnis Merpati, yang meliputi penerbangan dan pemeliharaan.

Sebagai informasi, Merpati memiliki utang sebesar Rp 9,2 triliun. Utang tersebut diperoleh dari pemerintah Kementerian Keuangan, PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura (Persero) Tbk, dan kreditur.

Per Desember 2013, ekuitas maskapai penerbangan ini tercatat negatif sebesar Rp 4,96 triliun. Sedangkan total aset tercatat mencapai Rp 1,5 triliun yang semuanya telah diagunkan kepada kreditur.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP