Investasi Rp 50 juta bisa miliki kebun durian

Reporter : Sri Wiyanti | Sabtu, 2 Maret 2013 19:01




Investasi Rp 50 juta bisa miliki kebun durian
Durian. shutterstock

Merdeka.com - Potensi Indonesia sangat besar untuk dikembangkan, utamanya dari sisi sumber daya alam. Harga tanah yang meningkat sangat cepat, membuat pengusaha yang ingin bergerak ke sektor perkebunan, perlu menyediakan dana yang sangat besar.

Kendala ini dijadikan peluang usaha oleh PT Eksotik Aromatika untuk calon pengusaha yang tertarik memiliki perkebunan sendiri. Caranya dengan mengalokasikan modal dalam jumlah tertentu dan menggunakan sistem kemitraan. Calon pengusaha bisa memiliki lahan untuk usaha perkebunan.

Marketing Manager PT Eksotik Aromatika Medha Putri menjelaskan, perseroan menyediakan lahan berupa kavling siap tanam seluas antara 1.000 sampai 2.000 meter persegi, yang kemudian dijual.

"Kita jual lahan, kavling, 1.000-2.000meter. Nanti dikelola oleh PT Eksotik Aromatika," jelas Medha di Balai Kartini, Sabtu (2/3).

Perusahaan yang berdiri sejak 2010 lalu ini menyediakan peluang usaha perkebunan dalam sistem paket. "Kita punya delapan paket. (Perkebunan)Komoditas Atsiri, empat paket. (Perkebunan) Buah-buahan empat paket," jelasnya.

Kendati kantor pusat berlokasi di Yogyakarta, namun lokasi perkebunan berada di wilayah Jawa Timur yang meliputi Bondowoso, Jombang dan Mojokerto. Perseroan memiliki total lahan seluas 30 hektar, yang dibagi untuk perkebunan komoditas atsiri seluas 15 hektar, dan untuk perkebunan buah seluas 15 hektar.

Dengan investasi antara Rp 50 juta hingga Rp 250 juta dan masa kontrak antara 5 hingga 12 tahun, mitra usaha perseroan bisa menikmati bagi hasil usaha minimal 80 persen dari hasil perkebunan.

Medha mencontohkan, untuk paket kebun durian dengan masa kontrak 10 tahun, mitra usaha mulai bisa menikmati hasil di tahun ke tujuh dengan porsi 100 persen.

"Tahun ke 8 sampai 10, itu mitra 80 persen, kami 20 persen karena kami butuh biaya perawatan," ucapnya.

Perseroan juga memberi garansi uang kembali jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama masa kontrak. "Kita akan buyback 100 persen. Buyback itu setelah mitra dapat keuntungan di tahun ke dua. Kecuali force major, kerugian akan ditanggung perusahaan. Kalau force major (kondisi bencana) kerugian dibagi dua," jelasnya.

Peluang bisnis ini banyak diminati oleh masyarakat yang berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang.

Perseroan menggunakan berbagai cara untuk mempromosikan usahanya, salah satunya dengan memanfaatkan jaringan media sosial.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Investasi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Profesor ini dikenal sebagai orang pertama Inggris masuk Islam
  • Ethan Hawke tidak mudah menyerah pada 'PREDESTINATION'
  • Kecelakaan Transjakarta karena Kopaja terobos lampu merah
  • IHSG tetap melemah walau Jokowi jadi presiden
  • Tabrakan dengan Transjakarta, bus ringsek dan terguling
  • Wakil perdana menteri Turki sebut wanita tak boleh terbahak
  • 2 Helikopter sisir perairan Nabire cari korban kapal tenggelam
  • Benarkah 'TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES' adalah alien?
  • Tertibkan PKL Monas, Satpol PP minta bantuan TNI dan Polisi
  • Ribuan calon penumpang geruduk Stasiun Solo Balapan
  • SHOW MORE