Investasi Program Indonesia Terang di Kabupaten Bogor Capai Rp 900 Miliar
Merdeka.com - Direktur Utama PT Imza Riski Jaya, Rizayati mencanangkan program Riza Datang, Bogor Terang. Program ini jadi solusi minimnya lampu penerangan jalan umum menjadi keluhan setiap warga khususnya si wilayah Bogor, Jawa Barat.
"Kita sudah bekerja, ini bukan ecek-ecek. Invetasi yang ditanamkan bersama mitra sebesar Rp 900 miliar," ujar Riza usai Launching Nasional Program Indonesia Terang di Bogor, Jawa Barat.
Riza mengaku tertarik untuk menerangkan wilayah Bogor, sebab di Bogor banyak wilayah yang harus dibenahi satu di antaranya terkait penerangan jalan raya yang masih gelap. Oleh karena itu Riza yang saat ini maju sebagai calon legislatif (caleg) dari partai Nasdem Dapil Bogor ini akan membuat program yang lebih baik lagi jika terpilih di DPR.
"Ini saya lakukan demi mensejahterakan rakyat Indonesia khususnya di Bogor. Oleh karena setelah Bogor saya akan lanjutkan di beberapa daerah di Indonesia lainnya seperti Merauke, NTT dan Sulawesi.
Terkait program Bogor Terang, Riza mengaku sudah merintisnya bersama sejumlah mitra sejak tahun 2007. Di antara mitra yang telah menjalin kerja sama yakni Arab Saudi, Rusia, Korea, China dan Kanada. "Mereka siap membantu anggaran demi menyejahterakan rakyat Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi," tegasnya.
Investasi yang ditanamkan untuk membuat Bogor Terang dengan tenaga surya adalah sebesar Rp 900 miliar. Di antara wilayah Bogor yang telah dibuat terang adalah Cibinong dan Tamansari. "Saya ingin berbakti untuk Bogor," tandasnya.
Tahun ini, Rizayati kembali menggulirkan program Desa Terang. "Kami bekerja di 20 kabupaten. Setiap daerah akan mendapat 2.000 unit lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS)," tutur Rizayati.
Perjanjian kerja sama dengan daerah sudah ditandatangani. Bulan depan, program ini sudah berjalan untuk semua daerah. "Saya juga memprioritaskan PJU-TS untuk daerah pemilihan saya Kabupaten Bogor. Ini salah satu bentuk upaya nyata saya memajukan Kabupaten Bogor," tandasnya.
Sama seperti program Sejuta Rumah, program pemerintah belum mengeluarkan dana untuk membiayainya. "Saya menggunakan sumber dana dan sumber daya sendiri. Sama seperti program Sejuta Rumah, pemerintah akan membayar pada waktunya," ungkapnya.
Rizayati kembali menegaskan dalam menggeluti dunia usaha dan dunia politik, dia tidak akan mau melakukan tindakan yang merugikan orang lain atau menipu. "Saya banyak kenal dan dikenal banyak orang. Saya tidak mau merusak nama sendiri," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya